Kolaborasi Indonesia-Jepang Masuk Fase Akhir
Serah terima Klaster Riverie.(Dok. MI)

KOLABORASI pengembang Indonesia dan Jepang dalam pengembangan kawasan Shila at Sawangan memasuki fase akhir. Hal tersebut ditandai dengan dimulainya serah terima unit Klaster Riverie kepada konsumen.

Riverie merupakan klaster terakhir yang dikembangkan melalui kerja sama Vasanta Group dan MCUDI. Serah terima ini sekaligus menjadi salah satu tonggak penyelesaian tahapan pengembangan yang telah direncanakan kedua perusahaan.

Presiden Direktur Shila at Sawangan, Mario Susanto, mengatakan proses serah terima merupakan bentuk komitmen pengembang dalam merealisasikan produk yang telah dipercayakan konsumen.

“Serah terima Riverie merupakan wujud komitmen kami dalam menyelesaikan produk yang telah dipercayakan konsumen kepada kami,” kata Mario.

Menurut Mario, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih tempat tinggal. Pertimbangan konsumen tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga kualitas ruang, lingkungan, dan potensi nilai properti dalam jangka panjang.

“Kami berupaya menjaga keseimbangan antara aspek-aspek tersebut dalam setiap pengembangan yang kami lakukan,” ujarnya.

Hasil Perencanaan Bersama

Presiden Direktur MCUDI, Hideaki Nakajima, menilai serah terima Riverie menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kolaborasi kedua perusahaan.

Menurutnya, Riverie merupakan hasil dari perencanaan dan pengembangan yang dilakukan bersama selama beberapa tahun dengan visi menghadirkan kawasan hunian bernilai jangka panjang.

“Serah terima Riverie merupakan hasil dari kolaborasi yang dibangun atas visi yang sama, yaitu mengembangkan kawasan hunian yang memiliki nilai jangka panjang,” kata Hideaki.

Ia mengatakan kualitas kawasan hunian tidak hanya ditentukan oleh bangunan, tetapi juga oleh lingkungan yang terbentuk dan keberlanjutan pengembangannya.

“Kami menghargai kepercayaan yang telah diberikan konsumen dan bersyukur dapat melihat hasil dari bertahun-tahun perencanaan serta pengembangan yang dilakukan bersama,” ujarnya.

Mengedepankan Efisiensi Ruang

Riverie dikembangkan dengan konsep Affordable Luxury, yang memadukan desain modern, kualitas ruang, dan efisiensi fungsi hunian.

Klaster tersebut menghadirkan dua tipe rumah, yakni M5 dan M6. Tipe M5 merupakan rumah dua lantai di atas lahan berukuran 5 x 10 meter dengan dua kamar tidur, dua kamar mandi, dan satu carport.

Hunian ini mengusung konsep ruang keluarga dengan langit-langit tinggi serta arsitektur split level untuk menciptakan kesan ruang yang lebih luas dan fleksibel.

Sementara itu, tipe M6 berupa rumah satu lantai dan telah habis terjual.

Klaster Riverie juga dilengkapi fasilitas penunjang berupa area barbeku, taman bermain anak, dan jalur joging yang berada di sepanjang area anak danau alami. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas luar ruang dan interaksi antarwarga.

Bagian dari Pengembangan Kawasan Sawangan

Shila at Sawangan dikembangkan di atas lahan seluas 130 hektare. Kawasan ini dikelilingi danau dan anak danau alami seluas sekitar 26 hektare dengan latar panorama Gunung Salak.

Sekitar 55 persen area pengembangan dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau. Pengembangan tersebut dilakukan di tengah pertumbuhan kawasan permukiman di koridor selatan Jakarta dan Depok.

Kawasan Shila at Sawangan dapat diakses melalui Jalan Bojongsari dan Jalan Muchtar. Akses menuju kawasan juga didukung konektivitas ke Tol Pamulang dan Tol Depok–Antasari.

Dimulainya serah terima Riverie menutup salah satu fase kerja sama Vasanta Group dan MCUDI dalam pengembangan Shila at Sawangan. Kedua perusahaan menjadikan penyelesaian klaster terakhir tersebut sebagai penanda realisasi dari rangkaian perencanaan dan pembangunan yang dilakukan bersama. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *