
ASOSIASI Laundry Indonesia (ASLI) berkomitmen untuk membangun industri jasa pencucian pakaian yang profesional dan berstandar internasional. Kehadiran Peraturan Menteri UMKM Nomor 2 Tahun 2026 dinilai sebagai tonggak penting karena memberikan pengakuan kuat bagi usaha laundry sebagai bagian dari ekosistem UMKM nasional.
“Momentum ini harus dimanfaatkan seluruh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas layanan, kompetensi SDM, serta daya saing agar mampu menghadapi perkembangan industri yang semakin modern,” ujar Ketua Umum ASLI Maria Eva Sriulina dalam keterangannya, Kamis (30/7). Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Kopdar ASLI DPD Aceh yang dirangkaikan dengan pelatihan bisnis, teknisi mesin, dan pembuatan deterjen di Banda Aceh, 25-26 Juli 2026.
Selama dua hari, para peserta dibekali materi strategi pengembangan bisnis, efisiensi operasional, hingga pelatihan teknisi mesin. Program teknisi dirancang agar pelaku usaha mampu melakukan perawatan mandiri, sehingga dapat menekan biaya operasional dan menjaga kontinuitas pelayanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada teknisi luar.
Ketua DPD ASLI Aceh, Muhammad Nasir, mengapresiasi langkah DPP ASLI yang membawa program pembinaan nasional ke ujung barat Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini membuka akses ilmu dan kompetensi bagi pelaku usaha di daerah yang selama ini lebih banyak terpusat di kota-kota besar.
Dalam kesempatan tersebut, Maria Eva juga mengajak pelaku usaha laundry di Aceh untuk berpartisipasi dalam Festival Laundry Indonesia 2026 dan Indonesia Best Practice Laundry Awards (IBPLA) 2026 yang akan digelar pada 13-14 September 2026 di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta.
IBPLA 2026 merupakan ajang penghargaan bergengsi sekaligus proses seleksi delegasi Indonesia menuju CINET Global Best Practices Awards di Milan, Italia. Kompetisi ini mencakup tiga kategori: Laundry Self Service, Laundry Kiloan (Retail), serta Laundry Hotel, Rumah Sakit, dan Commercial.
Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri nasional berdasarkan lima aspek utama:
- Kualitas layanan dan operasional usaha.
- Kesinambungan bisnis dan penerapan sistem berkelanjutan.
- Model bisnis dan konsep pelayanan bernilai tambah.
- Inovasi teknologi dan pengelolaan usaha.
- Kontribusi terhadap pelanggan, karyawan, dan lingkungan.
“IBPLA bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah benchmarking. Peserta akan mengetahui posisi usahanya dibandingkan praktik terbaik nasional dan mendapat masukan untuk berkembang menuju standar dunia,” tambah Maria Eva yang juga Direktur ME Laundry Training Centre. (I-2)
