Laba Bersih Meningkat, Prodia Catat Pertumbuhan Positif sepanjang Semester I 2026
Marina Eka Amalia, Direktur Finance & Sustainability Prodia saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.(MI/Nunuy Nurhayati)

PT Prodia Widyahusada Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif sepanjang semester pertama 2026, ditopang oleh peningkatan layanan diagnostik, ekspansi bisnis, serta penguatan ekosistem kesehatan berbasis teknologi dan inovasi.

Pada kuartal I 2026, Prodia membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 miliar atau meningkat 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan melonjak 150,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,2 miliar. “Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas operasional, di mana volume kunjungan naik 5,7 persen dan jumlah pemeriksaan bertambah 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Marina Eka Amalia, Direktur Finance & Sustainability Prodia saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.

Hingga 30 Juni 2026, Prodia telah mengoperasikan 392 outlet yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Perusahaan juga memperkuat portofolio bisnis melalui akuisisi 39 persen saham Proline di bidang In Vitro Diagnostics (IVD) serta 30 persen saham ProSTEM yang bergerak di bidang terapi sel punca.

Sepanjang semester pertama tahun ini, Prodia turut meluncurkan sejumlah layanan baru, antara lain Autoimmune & Allergy Clinics by Prodia, StemCell Clinic by Prodia, Prodia Women’s Health Centre Jakarta di cabang Kramat, serta layanan premium Prodia Health Care Jakarta. Transformasi digital juga terus diperkuat melalui pengembangan aplikasi U by Prodia, termasuk fitur pembayaran digital U-aang U by Prodia powered by blu dan marketplace Health Shop.

Di sisi industri diagnostik nasional, anak usaha PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026 dengan menghimpun dana lebih dari Rp62,7 miliar. “Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, PRDL diharapkan dapat mendukung kemandirian industri alat diagnostik dalam negeri,” terang Marina.

Selain fokus pada pertumbuhan bisnis, Prodia juga aktif menjalankan program keberlanjutan melalui donasi alat kesehatan, pemeriksaan gratis deteksi dini demensia bagi 20.000 lansia di Indonesia, serta berbagai seminar kesehatan bagi masyarakat dan tenaga medis. Sepanjang 2026, Prodia juga meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Indonesia’s Popular Digital Products Award untuk aplikasi U by Prodia, Diamond Award pada Indonesia Regulatory Compliance Award, serta penghargaan Star 4 pada Top CSR Awards. (X-6)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *