Menperin Ungkap Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Nasional hingga Serap Tenaga Kerja
Acara “Pelepasan Lulusan SMA-SMAK & SMTI Tahun 2026 serta Studium Generale Serentak” yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026).(MI/Naufal Zuhdi )

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi Indonesia dan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data BPS, pada Triwulan I 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04% — lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 4,55%.

“Ia menyumbang 19,07% dari seluruh PDB nasional, senilai sekitar Rp1.179 triliun. Ia menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja. Dan pada Januari–Mei 2026, ia menyumbang 82% dari ekspornasional, dengan nilai hampir US$95 miliar,” ucap Agus pada acara “Pelepasan Lulusan SMA-SMAK & SMTI Tahun 2026 serta Studium Generale Serentak” yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/7). 

Lebih lanjut, Agus menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta secara khusus agar Indonesia harus berindustrialisasi dan tidak boleh puas hanya menjadi pasar bagi bangsa lain. .“Kita ingin mengolah kekayaan kita sendiri, di dalam negeri, oleh tangan bangsa sendiri, dan menikmati nilai tambahnya di sini, bukan di negeri orang,” ucap Agus.

Agus juga menjelaskan bahwa dari sebanyak 5.472 lulusan sekolah vokasi Kementerian Perindustrian pada 2025, sebanyak 4.009 sudah bekerja, 156 memilih berwirausaha, 704 melanjutkan studi, dan 603 lainnya sedang dalam proses rekrutmen industri.  

“Dan jangkauannya tidak berhenti di negeri ini. Alumni sekolah kita kini bekerja di 21 negara — dari Amerika Serikat dan Brasil, ke berbagai negara Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Australia. Mereka diserap oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Bureau Veritas, Under Armour, Ecco, EDF, Hartalega, dan On,” beber dia.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi memaparkan bahwa jumlah lulusan dari 9 SMK-SMAK dan SMK-SMTI yang mengikuti Pelepasan Lulusan SMK-SMAK & SMTI Serentak Tahun 2026 adalah sebanyak 2.361 orang.

Adapun lulusan tersebut berasal dari SMK-SMTI Pontianak sebanyak 318 orang, SMK-SMTI Bandar Lampung 297 orang, SMK-SMAK Bogor 293 orang, SMK-SMAK Padang 261 orang, SMK-SMTI Banda Aceh 232 orang, SMK-SMTI Makassar 202 orang, SMK-SMAK Makassar 198 orang, SMK-SMTI Yogyakarta 344 orang, dan SMK-SMTI Padang 216 orang.

“Berdasarkan rekapitulasi data dari seluruh SMK-SMAK dan SMK-SMTI per Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 62,81% lulusan telah bekerja di industri, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Secara rinci, 822 orang atau 34,82% telah bekerja, 623 orang atau 26,39% melanjutkan pendidikan, dan 38 orang atau 1,61% berwirausaha. Adapun 878 lulusan lainnya masih berada dalam proses rekrutmen, penelusuran, dan fasilitasi penempatan,” sebut dia. 

Doddy menambahkan, untuk para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI dan SMK akan memberikan asistensi selama 3 bulan ke depan untuk pencarian kerja. 

“Dan bagi lulusan yang dalam 6 bulan masih belum terserap, maka akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik atau fasilitasi pemagangan untuk percepatan penempatan kerja,” pungkasnya. (E-4) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *