
KEKERINGAN menyebabkan kejadian bencana di Kabupaten Sumedang. Selain kebakaran lahan, kekeringan juga menyebabkan krisis air.
Kebakaran lahan terbaru terjadi di kaki Gunung Palasari, di perbatasan Blok Warung Situ dengan Sindang Palay, di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.
Lahan kebun milik warga seluas 1 hektare musnah dimakan api. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang harus bekerja keras selama satu setengah jam untuk memadamkan api.
“Kendala pemadaman terjadi karena sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Jalan sempit, sehingga mobil pemadam sulit masuk,” kata Roni, tim dari BPBD Sumedang.
Untuk proses pemadaman, BPBD Sumedang mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Tim juga didukung satu mobil tangki air.
Penyebab kebakaran diduga akibat puntung rokok yang dibuang dalam keadaan menyala. BPBD mengimbau warga untuk lebih berhati-hati, tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Dalam sepekan terakhir di Gunung Palasari sudah dua kali terjadi kebakaran. Sebelumnya lahan seluas 800 meter persegi terbakar di Blok Bebedahan, Kelurahan Kota Kulon.
Api bisa dipadamkan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Sumedang, TNI, Polri, PMI, Damkar Wilayah Kota, Tagana, dan warga.
Sementara itu, krisis air bersih juga mulai terjadi di Sumedang. BPBD sudah mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga di Dusun Cibuluh RW 06, Desa Cibuluh, Kecamatan Ujung Jaya.
Sebelumnya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sudah meminta perusahaan daerah air minum (PDAM) menyiapkan mobil-mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis. (SG)
