
SEBANYAK 14 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di Jawa Barat sejak Mei lalu. Kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Purwakarta, Subang, hingga Kota Bandung.
“Seluruh kejadian kebakaran sudah dipadamkan dalam hitungan jam. Total lahan terbakar dalam kejadian itu mencapai 3 hektare,” ungkap Pranata Humas Ahli BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Kamis (9/7).
Menurut dia, seluruh peristiwa karhutla terjadi di wilayah yang sudah mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Waktunya terjadi pada Mei hingga Juni.
Meningkatnya kejadian karhutla, lanjutnya, harus menjadi perhatian. Pasalnya, karhutla berpotensi meluas saat cuaca kering berlangsung cukup lama, terlebih jika dipicu aktivitas manusia.
“Salah satu yang paling harus diwaspadai ialah kebiasaan membakar sampah di lahan terbuka. Praktik itu sangat berisiko memicu api merambat ke lahan warga maupun kawasan yang lebih luas,” tambahnya.
BPBD Jabar, papar Hadi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
“Hindari membuka lahan dengan cara membakar, jangan membuang puntung rokok sembarangan, serta pastikan api unggun atau pembakaran sampah benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” tandasnya.
Dia juga meminta jika masyarakat melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada pemerintah setempat, petugas pemadam kebakaran, atau BPBD agar dapat ditangani secepat mungkin.
“Mari bersama menjaga hutan dan lingkungan, karena mencegah kebakaran jauh lebih mudah daripada memadamkannya,” tandasnya. (SG/E-4)
