
MENINGKATNYA perhatian masyarakat terhadap kualitas udara di dalam rumah mendorong industri bahan bangunan menghadirkan inovasi yang tidak hanya mengutamakan estetika, tetapi juga kesehatan penghuni. Menjawab kebutuhan tersebut, Pacific Paint meluncurkan cat interior berteknologi Anti-Black Mold yang diklaim mampu membantu menghambat pertumbuhan jamur hitam pada dinding dan plafon rumah.
Produk bernama Metrotop Interior itu diperkenalkan dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026.
Peluncuran produk tersebut dilatarbelakangi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap dampak kelembapan di dalam rumah. Jamur hitam atau black mold yang tumbuh pada dinding dan plafon tidak hanya merusak tampilan bangunan, tetapi juga berpotensi melepaskan spora ke udara yang dapat memicu alergi, iritasi kulit, dan gangguan saluran pernapasan pada sebagian orang.
Head of Marketing Pacific Paint, Tan Caroline, mengatakan perusahaan mengembangkan produk tersebut sebagai solusi untuk menciptakan hunian yang lebih sehat tanpa mengabaikan aspek estetika.
“Kami menghadirkan solusi inovatif yang mampu membantu melindungi hunian dari pertumbuhan black mold, sekaligus memberikan hasil akhir yang indah, tahan lama, dan aman bagi keluarga. Kami melihat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara dan kesehatan di dalam rumah, sehingga inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujar Caroline.
Metrotop Interior merupakan cat berbahan dasar acrylic emulsion dengan hasil akhir matte. Selain dilengkapi teknologi Anti-Black Mold, produk tersebut memiliki daya tutup tinggi, daya sebar yang luas, perlindungan terhadap alkali, serta kandungan Low Volatile Organic Compounds (Low VOC) yang diklaim lebih aman digunakan di dalam ruangan.
Cat tersebut dapat diaplikasikan menggunakan kuas, roller, maupun spray pada berbagai jenis permukaan seperti beton, plester, batu bata, papan, asbes, hingga GRC. Pacific Paint menilai inovasi itu dapat memberikan nilai tambah bagi pemilik rumah maupun pelaku industri konstruksi karena menggabungkan aspek kualitas, efisiensi, dan perlindungan terhadap bangunan.
“Kami memahami bahwa konsumen saat ini menginginkan produk yang memberikan nilai lebih. Metrotop Interior menjadi solusi ideal bagi pemilik rumah, kontraktor, aplikator profesional maupun pemilik proyek yang mengutamakan kualitas sekaligus efisiensi,” kata Caroline.
Head of Laboratory Pacific Paint, Lusiana Simarmata, menjelaskan produk tersebut dikembangkan melalui proses riset dan pengujian oleh tim penelitian dan pengembangan perusahaan.
“Melalui berbagai tahapan pengujian di laboratorium, kami memastikan produk ini memberikan performa yang konsisten sehingga dapat menjadi solusi yang efektif untuk menciptakan hunian yang lebih sehat dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Lusiana, Metrotop Interior juga telah menjalani pengujian di laboratorium eksternal menggunakan metode dry film fungal resistance untuk mengukur ketahanan lapisan cat terhadap pertumbuhan jamur. Hasil pengujian menunjukkan lapisan cat tetap bersih tanpa pertumbuhan jamur hitam, sedangkan produk pembanding menunjukkan adanya pertumbuhan jamur pada permukaan cat.
Metrotop Interior dipasarkan dalam 24 pilihan warna yang mengikuti tren desain interior dan tersedia dalam kemasan 5 kilogram serta 25 kilogram. Untuk mendukung peluncuran produk, Pacific Paint juga menawarkan program cashback hingga 31 Desember 2027 bagi konsumen yang membeli produk tersebut.
Melalui peluncuran di IndoBuildTech Expo 2026, Pacific Paint juga memperkenalkan teknologi Anti-Black Mold kepada masyarakat, arsitek, desainer interior, kontraktor, aplikator, serta pelaku industri konstruksi melalui demonstrasi produk dan konsultasi teknis.
Caroline menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga mendukung kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah.
“Kami akan terus memperkuat kegiatan riset dan pengembangan guna menghadirkan produk-produk yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas dan estetika, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesehatan, kenyamanan, serta keberlanjutan lingkungan hunian masyarakat,” katanya. (E-2)
