
Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat agar tetap aman, sehat, dan memenuhi standar mutu, khususnya di wilayah timur Indonesia. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat meninjau Kompleks Pergudangan Bulog Argapura, Jayapura, Papua, Rabu (8/7).
Dalam peninjauan tersebut, Rizal memastikan proses pengendalian mutu berjalan ketat melalui serangkaian pengujian laboratorium. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik beras, pengujian kadar air, penimbangan ulang, hingga pengecekan persentase butir patah (broken).
Penguatan Stok Beras di Papua
Selain memastikan aspek kualitas, Bulog tengah fokus memperkuat ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bumi Cendrawasih. Saat ini, stok beras di seluruh wilayah Papua tercatat sebanyak 17 ribu ton. Bulog menargetkan angka ini melonjak hampir tiga kali lipat dalam waktu dekat.
| Indikator Stok | Jumlah (Ton) |
|---|---|
| Stok Saat Ini (Seluruh Papua) | 17.000 |
| Target Stok Mendatang | 50.000 |
| Estimasi Peningkatan | ~3 Kali Lipat |
Peningkatan stok hingga 50 ribu ton ini bertujuan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat serta mendukung program bantuan pangan pemerintah. Untuk mencapai target tersebut, Bulog menerapkan mekanisme mobilisasi stok dari daerah sentra produksi nasional, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Pelayanan Logistik Pangan Profesional
Rizal menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar Bulog menjadi pelayan terbaik di bidang logistik pangan. Pengawasan ketat dilakukan agar masyarakat di penjuru timur Indonesia mendapatkan beras dengan kualitas yang sama baiknya dengan wilayah lain.
“Masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu. Bulog memastikan beras yang disalurkan berada dalam kondisi baik, sehat, higienis, dan berkualitas. Kami memastikan mutu beras tetap terpelihara melalui pengawasan ketat,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Dengan pengelolaan stok yang profesional dan distribusi yang tepat waktu, Bulog optimistis ketahanan pangan di wilayah Papua akan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat secara merata. (E-3)
