
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/7) sore ditutup menguat di tengah sikap pelaku pasar yang menantikan risalah pertemuan The Fed dan rilis data cadangan devisa (cadev) domestik. IHSG hari ini, menguat 40,29 poin atau 0,69 persen ke posisi 5.916,07, sementara indeks LQ45 naik 0,4% ke level 584,48.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pergerakan indeks saat ini dibayangi oleh sentimen eksternal dan internal. Dari mancanegara, pasar cenderung berhati-hati menantikan risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).
“Risalah ini memberikan rincian lengkap dari keputusan kebijakan moneter dan proyeksi ekonomi yang dibahas selama pertemuan,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin (6/7).
Kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga AS sedikit mereda setelah data pekerjaan non-pertanian (non-farm payroll) AS Juni 2026 hanya meningkat 57.000, jauh di bawah perkiraan 110.000. Selain itu, pelaku pasar juga memantau data inflasi (CPI dan PPI) China yang akan dirilis pekan ini sebagai indikator pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
Dari dalam negeri, fokus utama tertuju pada rilis data cadangan devisa Juni 2026 yang dijadwalkan keluar pada Selasa (7/7). Data ini krusial untuk mengukur ketahanan stabilitas nilai tukar Rupiah serta kemampuan pembiayaan impor dan utang luar negeri. Sebagai catatan, cadev Mei 2026 berada di posisi 144,9 miliar dolar AS, turun dari April yang sebesar 146,2 miliar dolar AS.
Secara sektoral, sembilan sektor mencatatkan penguatan dipimpin oleh sektor energi yang naik 0,94 persen, diikuti sektor teknologi dan barang konsumen non-primer. Sebaliknya, sektor infrastruktur dan barang konsumen primer mengalami pelemahan masing-masing 0,18 persen dan 0,05 persen.
Frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 1,61 juta kali transaksi dengan volume 18,59 miliar lembar saham senilai Rp9,42 triliun. Sebanyak 403 saham terpantau naik, 259 saham menurun, dan 397 saham stagnan. Di kawasan Asia, indeks Shanghai, Kuala Lumpur, dan Strait Times kompak menguat, sementara Nikkei melemah tipis 0,01%.
