Wamen LH Diaz Hendropriyono Tinjau Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Ilustrasi(ANTARA)

Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, belum juga mereda hingga memasuki hari kelima. Ratusan titik api dilaporkan masih aktif di area tersebut, memicu langkah cepat dari pemerintah pusat untuk melakukan penanganan darurat.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, meninjau langsung lokasi kebakaran pada Sabtu siang. Didampingi Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Bupati Tangerang, Diaz melakukan rapat koordinasi dengan petugas gabungan di lapangan guna memetakan kendala dan mempercepat proses pemadaman.

Tantangan Pemadaman dan Risiko Gas Metana

Berdasarkan hasil koordinasi, Diaz mengungkapkan adanya sejumlah tantangan teknis yang menghambat upaya pemadaman. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan waktu monitoring titik api melalui udara. Hal ini disebabkan lokasi TPA Jatiwaringin yang berada di kawasan operasional penerbangan, tidak jauh dari bandara.

Lebih lanjut, Diaz menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki kemiripan dengan kebakaran lahan gambut. Meski api seringkali tidak terlihat di permukaan, bara api tetap menyala di lapisan bawah tumpukan sampah.

Peringatan Bahaya: Tumpukan sampah di TPA mengandung gas metana (CH4) yang sangat tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan ledakan sewaktu-waktu jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Metode Injeksi Air dan Modifikasi Cuaca

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup mendorong penerapan metode injeksi air guna menjangkau titik api di kedalaman tumpukan sampah. Selain itu, petugas gabungan juga tengah merencanakan skema Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Namun, penerapan modifikasi cuaca ini sangat bergantung pada kondisi alam. Skema tersebut baru dapat dilaksanakan apabila terdapat kumpulan awan potensial di langit sekitar wilayah TPA Jatiwaringin.

Pemerintah berharap dengan kombinasi berbagai metode ini, titik api dapat segera dipadamkan guna meminimalisir dampak polusi udara dan risiko kesehatan bagi masyarakat sekitar.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *