WWF: Kasus Tapir di Mesuji Jadi Alarm Perlindungan Satwa Liar
Ilustrasi(Dok Istimewa)

WWF Indonesia mengecam keras pembunuhan seekor tapir di Mesuji, Lampung. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius mengenai semakin terdesaknya ruang hidup satwa liar akibat tekanan terhadap habitatnya.

Dalam pernyataan resminya, WWF menegaskan bahwa satwa liar yang keluar dari kawasan hutan seharusnya mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat, bukan justru dibunuh oleh manusia.

Menurut WWF, Tapir Asia (Tapirus indicus) saat ini berstatus genting atau terancam punah (endangered) berdasarkan Daftar Merah IUCN. Karena itu, setiap ancaman terhadap populasi satwa tersebut berpotensi memperburuk upaya konservasi yang selama ini dilakukan.

WWF menilai kemunculan tapir di sekitar wilayah aktivitas manusia menunjukkan adanya tekanan besar terhadap habitat alaminya di dalam hutan. Satwa yang dikenal soliter dan pemalu itu memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem melalui penyebaran biji-bijian yang membantu regenerasi hutan.

“Tapir memegang peranan ekologis yang sangat penting sebagai penyebar biji alami yang mendukung keberlanjutan hutan pada masa mendatang,” tulis WWF dalam keterangannya, Sabtu (4/7). 

Sejalan dengan itu, WWF mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar ketika ditemukan berada di luar habitatnya. Masyarakat diminta menjaga jarak, tidak memprovokasi, serta menghindari tindakan mengejar atau mengerumuni satwa demi kepentingan dokumentasi maupun konten media sosial.

Lembaga konservasi tersebut juga meminta warga segera melaporkan keberadaan satwa liar kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) atau aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi.

WWF menegaskan bahwa perlindungan satwa liar merupakan tanggung jawab bersama. Organisasi itu mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran berbagi ruang hidup antara manusia dan satwa liar sehingga konflik serupa tidak terus berulang.

“Melindungi satwa liar dilindungi adalah tanggung jawab kolektif kita. Berbagi ruang hidup yang harmonis antara manusia dan satwa liar harus menjadi kenyataan,” demikian pernyataan WWF. (H-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *