
DURIAN sering kali dianggap sebagai pemicu utama kenaikan kadar kolesterol karena kandungan lemaknya yang tinggi. Namun, anggapan tersebut diluruskan oleh pakar gizi dari IPB University. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Prof Ali Khomsan, menegaskan bahwa durian bukanlah penyebab langsung kolesterol tinggi bagi individu yang sehat.
Dalam tayangan IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV, Prof Ali menjelaskan bahwa buah yang dijuluki King of Fruits ini sebenarnya kaya akan zat gizi penting. Durian mengandung karbohidrat, serat, vitamin C, kalium, gula, serta lemak tak jenuh yang umumnya ditemukan pada bahan pangan nabati.
“Kalau Anda memiliki kolesterol tinggi, makan durian tetap harus berhati-hati. Tapi kalau kita ini orang sehat, maka durian itu tidak ujug-ujug akan memicu timbulnya kolesterol,” ujar Prof Ali, dikutip Jumat (3/7).
Pola Makan Jangka Panjang Jadi Penentu
Menurut pakar community nutrition tersebut, kondisi kolesterol tinggi biasanya merupakan hasil dari pola makan yang tidak seimbang dalam jangka waktu yang lama. Ketika seseorang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, tubuh menjadi lebih sensitif terhadap berbagai jenis makanan, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
Bagi orang sehat, Prof Ali mempersilakan untuk menikmati durian dengan tenang. Namun, bagi mereka yang sudah didiagnosis memiliki kolesterol tinggi oleh dokter, konsumsi durian harus dilakukan dengan sangat waspada dan dalam jumlah yang terbatas.
Kandungan Gizi Buah Durian
Berikut adalah ringkasan kandungan nutrisi dan karakteristik buah durian berdasarkan penjelasan Prof Ali Khomsan:
| Komponen/Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Zat Gizi Utama | Karbohidrat, Serat, Vitamin C, Kalium, Gula |
| Jenis Lemak | Lemak tak jenuh (nabati) |
| Sifat Termik | Hipertermik (menimbulkan sensasi panas) |
| Batas Konsumsi Aman | Sekitar 100 gram daging buah per hari |
Mengapa Pusing Setelah Makan Durian?
Banyak orang mengeluhkan pusing atau sakit kepala setelah menyantap durian. Prof Ali mengklarifikasi bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh kolesterol. Sensasi pusing tersebut dipicu oleh kombinasi kandungan gula, kalium, serat, dan lemak yang tinggi, yang dapat memengaruhi reaksi tubuh beberapa individu secara instan.
Selain itu, sifat hipertermik pada durian memberikan efek panas pada tubuh setelah dikonsumsi. Untuk meminimalisir risiko kesehatan dan tetap mendapatkan manfaatnya, disarankan untuk membatasi porsi konsumsi sekitar 100 gram daging buah saja per hari.
Terakhir, Prof Ali mengingatkan bahwa durian adalah sumber vitamin C yang sangat baik, setara dengan buah-buahan populer lainnya. “Kita selama ini mengenal buah sumber vitamin C itu hanya jeruk saja, tetapi sebenarnya buah di sekitar kita seperti jambu biji, pepaya, jeruk, dan durian itu kaya akan vitamin C dan pasti banyak manfaatnya,” pungkasnya.
Kesimpulan: Durian dapat menjadi bagian dari pola makan sehat asalkan dikonsumsi secara seimbang dan tidak berlebihan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi.
(Z-1)
