
GANGGUAN kandung kemih dan dasar panggul sering kali menjadi masalah kesehatan yang luput dari perhatian masyarakat. Padahal, kondisi seperti inkontinensia urin, overactive bladder, hingga prolaps organ panggul dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan jika tidak ditangani sejak dini.
Data menunjukkan bahwa satu dari delapan perempuan mengalami gangguan berkemih. Sayangnya, banyak penderita enggan mencari bantuan medis karena menganggap keluhan tersebut sebagai konsekuensi normal dari penuaan atau dampak setelah melahirkan. Stigma dan rasa malu juga menjadi penghalang utama bagi pasien untuk mendapatkan diagnosis tepat waktu.
Dokter spesialis urologi konsultan female functional urology and neurourology, dr. Fina Widia, Sp.U(K), menjelaskan bahwa keterlambatan ini sering kali membuat pasien datang dalam kondisi yang sudah berat. Senada dengan hal tersebut, Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U(K), Ph.D, menekankan pentingnya evaluasi dini.
“Sebagian besar kondisi tersebut dapat didiagnosis secara akurat dan ditangani dengan baik apabila pasien datang lebih awal untuk mendapatkan evaluasi yang tepat,” ujar Prof. Harrina dalam diskusi kesehatan di Siloam Hospitals Asri, Jakarta, baru-baru ini.

MI/HO
Teknologi Diagnostik dan Rehabilitasi Modern
Keberhasilan penanganan gangguan ini sangat bergantung pada akurasi diagnosis. Salah satu teknologi mutakhir yang kini digunakan adalah Video Urodynamic Studies (VUDS). Pemeriksaan ini memungkinkan dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bagian bawah secara rinci dan real-time, sehingga terapi dapat disesuaikan secara personal bagi setiap pasien.
Selain diagnosis, aspek rehabilitasi melalui Pelvic Floor Physiotherapy memegang peran krusial, terutama bagi pasien pasca-persalinan, operasi, atau mereka yang menderita gangguan dasar panggul kronis.
| Layanan Utama | Deskripsi & Keunggulan |
|---|---|
| Video Urodynamic Studies (VUDS) | Evaluasi fungsi kandung kemih secara real-time untuk identifikasi penyebab gangguan secara akurat. |
| Pelvic Floor Physiotherapy | Rehabilitasi khusus untuk inkontinensia urin, overactive bladder, dan pemulihan pasca-operasi/melahirkan. |
| Bedah Robotik | Teknologi bedah dengan presisi tinggi, visualisasi lebih baik, dan teknik minimal invasif. |
| Pendekatan Multidisiplin | Kolaborasi spesialis urologi, rehabilitasi medik, neurologi, radiologi, hingga akupunktur. |
Layanan Terpadu Satu Pintu
Menjawab kebutuhan tersebut, Siloam Hospitals Asri resmi meluncurkan Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic. Pusat layanan terpadu ini mengusung konsep satu pintu (one-stop service) untuk menangani diagnosis, terapi, hingga rehabilitasi bagi pasien perempuan maupun laki-laki.
Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menyatakan bahwa kehadiran klinik ini adalah wujud komitmen Siloam dalam menghadirkan layanan subspesialistik yang berpusat pada pasien. “Kami ingin memberikan akses terhadap layanan yang lengkap dalam satu tempat, sehingga masyarakat tidak lagi hidup dengan gangguan kandung kemih tanpa terapi yang tepat,” tuturnya.
Sebagai bagian dari Siloam Urology Center, klinik ini juga didukung oleh teknologi bedah robotik yang menawarkan tingkat presisi tinggi dan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien. Inovasi ini semakin memperkuat posisi Siloam Hospitals Asri sebagai pusat rujukan uro-nefrologi utama di Indonesia dan Asia Tenggara. (Z-1)
