
APAKAH Anda termasuk orang yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mengunyah es batu setelah menghabiskan minuman dingin? Jika iya, sebaiknya Anda mulai waspada. Meski terasa menyegarkan dan ampuh melepas dahaga saat cuaca panas, kebiasaan ekstrem ini bisa memicu rentetan gangguan kesehatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Kerusakan Gigi dan Risiko Kontaminasi Bakteri
Dilansir dari Alodokter, kebiasaan ini dapat mengikis lapisan pelindung atau email gigi. Ketika email gigi menipis, gigi akan menjadi lebih sensitif, sehingga Anda akan lebih mudah merasakan ngilu dan nyeri yang mengganggu.
Selain kerusakan struktur gigi, bahaya lain yang mengintai adalah masalah higienitas. Jika es batu yang Anda konsumsi tidak diolah dan disimpan dengan bersih, es tersebut bisa menjadi media penularan berbagai kuman, virus, dan parasit.
Akibatnya, Anda berisiko terserang penyakit infeksi saluran pencernaan seperti gastroenteritis (diare), demam tifoid, shigellosis, hepatitis A, hingga kolera. Oleh karena itu, pastikan es batu yang dikonsumsi selalu dibuat dari air bersih dan diproduksi secara higienis.
Sinyal Anemia Defisiensi Besi
Secara medis, kegemaran memakan es batu bisa menjadi indikator bahwa seseorang menderita anemia defisiensi besi. Hal tersebut dikarenakan mengunyah es batu dapat membantu meningkatkan pasokan darah ke otak, sehingga gejala lemas dan lesu akibat anemia bisa sedikit berkurang.
Jika hobi ini disertai dengan gejala fisik seperti kuku mudah rapuh, mulut kering, kulit pucat, dan pembengkakan pada lidah, Anda patut waspada. Tanpa penanganan yang tepat, anemia defisiensi besi dapat memicu komplikasi serius, antara lain:
- Gangguan Jantung: Jantung terpaksa memompa darah lebih cepat karena kurangnya pasokan oksigen, yang lambat laun bisa memicu pembesaran jantung atau gagal jantung.
- Pertumbuhan Terhambat: Pada anak-anak, kondisi ini mengganggu tumbuh kembang dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
- Masalah Kehamilan: Ibu hamil dengan kondisi ini berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah.
Cara Hentikan Kebiasaan Mengunyah Es Batu
Langkah penanganan untuk menghentikan kebiasaan ini harus disesuaikan dengan akar penyebabnya.
Jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya anemia defisiensi besi, penanganannya dapat dilakukan melalui perbaikan pola makan kaya zat besi atau konsumsi suplemen zat besi sesuai dosis dan pengawasan dokter.
Pada banyak kasus, hal ini murni dilakukan untuk menyegarkan diri saat cuaca panas. Namun, jika kebiasaan ini mulai tidak terkendali dan disertai gejala-gejala fisik di atas, segera konsultasikan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber: Alodokter
