
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menilai kartu merah yang diterima Folarin Balogun saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina tidak adil. Ia bahkan meminta adanya proses banding atas keputusan kontroversial tersebut.
Komentar itu disampaikan Rubio sehari setelah Balogun diusir wasit dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk AS atas Bosnia pada Kamis (3/7) di San Francisco Bay Area Stadium.
Akibat kartu merah tersebut, penyerang andalan Negeri Paman Sam itu dipastikan absen pada laga krusial babak 16 besar melawan Belgia pada Selasa (7/7). “Itu luar biasa. Mereka dirugikan dengan kartu merah itu,” kata Rubio dikutip dari France24. “Harus ada proses banding untuk itu. Mungkin sudah terlambat untuk itu, ya?,” lanjutnya.
Namun, keinginan Rubio tampaknya harus berbenturan dengan regulasi formal. Menurut peraturan FIFA, Balogun otomatis menjalani hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya dan sanksi tersebut sama sekali tidak dapat diajukan banding.
Balogun menerima kartu merah pada menit ke-64 setelah wasit meninjau tayangan asisten wasit video (VAR). Wasit memutuskan penyerang AS itu melakukan pelanggaran fatal karena menginjak bagian belakang kaki bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.
Nada protes juga datang dari sang juru taktik. Pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino yang menilai Balogun seharusnya tidak menerima hukuman seberat itu. Penyerang yang mencetak gol pembuka kemenangan AS itu dinilai mendapat vonis yang tidak tepat dari pengadil lapangan. “Itu seharusnya tidak pernah menjadi kartu merah,” kata Pochettino.
Sama seperti Rubio, Pochettino juga berharap keputusan tersebut dapat ditinjau ulang. “Seharusnya adil jika keputusan itu bisa diajukan banding,” ujar Pochettino.
Ia menambahkan, bahwa dirinya akan mempertimbangkan “berbagai pilihan” apabila hal tersebut memang tidak memungkinkan untuk dilakukan. Balogun, yang lahir di New York, dibesarkan di Inggris, dan kini memperkuat klub Prancis AS Monaco, telah menjadi pilar penting dengan mengemas tiga gol untuk Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. Absennya Balogun menjadi kehilangan besar bagi tim menjelang duel hidup mati melawan Belgia. (Ndf/P-3)
