
GRIGOR Dimitrov merasakan sensasi deja vu yang mencekam saat berjuang meraih kemenangan krusial dalam kembalinya ke Wimbledon. Tepat 12 bulan setelah cedera parah yang memaksanya keluar dari turnamen dengan air mata, petenis asal Bulgaria ini akhirnya menemukan penebusan di lapangan yang sama.
Hampir setahun sejak Dimitrov meninggalkan Centre Court karena gagal menuntaskan laga melawan Jannik Sinner, atap Court One mulai ditutup pada pertandingan Kamis (2/7) waktu setempat. Momen ini sempat memicu trauma bagi pemain yang pernah dijuluki ‘Baby Fed’ tersebut.
“Saya menatap ke atas empat atau lima kali, berharap bisa menyelesaikan pertandingan sebelum mereka memutuskan menutup atap,” ujar Dimitrov. “Rasanya seperti deja vu, tapi yang bisa Anda lakukan hanyalah tersenyum. Apa yang terjadi di masa lalu biarlah di sana, saya harus merangkul apa yang datang berikutnya.”
Namun, kali ini tidak ada patah hati. Dimitrov, yang kini berusia 35 tahun tampil perkasa untuk mengamankan tiket ke babak ketiga setelah menumbangkan unggulan ke-15 asal Rep Ceko, Jakub Mensik. Kemenangan ini disambut emosional oleh Dimitrov di hadapan penonton yang terus memberikan dukungan sepanjang laga.
Statistik Pertandingan: Dimitrov vs Mensik
| Detail Pertandingan | Keterangan |
|---|---|
| Skor Akhir | 7-6 (7-5), 4-6, 7-5, 6-3 |
| Lawan Berikutnya | Matteo Berrettini (Italia) |
| Status Dimitrov | Wildcard (Peringkat 146 Dunia) |
| Durasi Pemulihan | 12 Bulan sejak cedera otot pektoral |
Perjalanan Dimitrov menuju titik ini sangatlah terjal. Cedera robek otot pektoral kanan tahun lalu sempat membuatnya ragu apakah ia bisa pulih sepenuhnya. Cedera tersebut mengakhiri rekor 58 penampilan Grand Slam berturut-turut miliknya setelah ia terpaksa absen di US Open tahun lalu.
Setelah sempat terlempar dari peringkat atas dan mengalami kekalahan di babak awal Australia Open serta kualifikasi French Open awal tahun ini, Wimbledon 2025 menjadi panggung kebangkitannya.
“Minggu ini adalah minggu terbaik dalam 12 bulan terakhir, tanpa ragu. Saya mendorong diri saya setiap hari. Hanya saya yang tahu apa yang telah saya lalui dalam beberapa bulan terakhir,” pungkasnya dengan nada haru.
Catatan Perjalanan: Dimitrov sempat mengalami masa sulit dengan lima pengunduran diri berturut-turut di Grand Slam akibat cedera sebelum akhirnya berhasil kembali kompetitif di turnamen tahun ini.
Kini, Dimitrov bersiap menghadapi tantangan besar lainnya di babak ketiga melawan petenis Italia, Matteo Berrettini. Baginya, hasil akhir bukan lagi fokus utama, melainkan kemampuan untuk menaklukkan keraguan dalam dirinya sendiri. (bbc/Z-1)
