Waspada Gejala Awal Tb: Batuk Lama dan Berat Badan Turun pada Anak serta Dewasa
Layanan keliling deteksi Tuberkulosis di Banten.(Dok. Antara)

GEJALA penyakit tuberkulosis (Tb) sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa, namun terdapat karakteristik khusus yang perlu diwaspadai. Dokter spesialis anak subspesialis respirologi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Nastiti Kaswandani mengungkapkan bahwa batuk lama dan penurunan berat badan merupakan indikator utama gejala awal Tb, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Karakteristik Batuk Tb pada Orang Dewasa

Menurut Nastiti, gejala awal yang paling krusial pada orang dewasa adalah batuk persisten atau batuk yang menetap dalam jangka waktu lama. “Secara umum pada dewasa, batuk lama atau batuk yang menetap paling sedikit dua pekan atau dua minggu atau lebih, ini gejala awal yang paling penting,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/1).

Berbeda dengan batuk akibat flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) biasa yang umumnya sembuh sendiri dalam waktu singkat, batuk Tb memiliki sifat sebagai berikut:

  • Menetap: Tidak kunjung sembuh meski sudah diberikan pengobatan batuk lazim.
  • Intensitas Meningkat: Jika tidak diobati, batuk akan menetap atau menjadi lebih berat.
  • Tidak Kenal Waktu: Batuk dapat muncul kapan saja tanpa dipicu faktor tertentu seperti alergi atau suhu.

Gejala Penyerta: Demam dan Penurunan Berat Badan

Selain batuk, Tb biasanya disertai dengan gejala sistemik lainnya. Nastiti menjelaskan bahwa penderita sering mengalami demam yang tidak terlalu tinggi namun berlangsung lama, yakni dua minggu atau lebih. Gejala lain yang menyertai meliputi:

  • Penurunan nafsu makan secara signifikan.
  • Tubuh terasa lemas dan kurang aktif.
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Waspadai Gejala Tb pada Anak

Pada anak-anak, gejala Tb perlu mendapatkan perhatian ekstra karena berkaitan dengan masa pertumbuhan. Nastiti menekankan agar orang tua waspada jika berat badan anak sulit bertambah atau justru mengalami penurunan.

Selain masalah berat badan, anak yang terinfeksi Tb cenderung menunjukkan kondisi malaise. “Anak-anak itu menjadi tampak kurang aktif, tidak bergairah, atau kelihatan selalu dalam keadaan lelah. Kondisi ini sangat berbeda dengan anak sehat yang biasanya aktif,” tutur anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

Penyebab dan Mekanisme Penularan

Tb disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini hanya terjadi apabila seseorang tertular kuman tersebut dari penderita lain. Nastiti mengingatkan bahwa penularan dapat terjadi dari orang dewasa ke dewasa lain, maupun kepada anak-anak yang memiliki sistem imun lebih rentan.

Lebih lanjut, ia meluruskan anggapan bahwa hanya orang dewasa yang bisa menularkan Tb. Anak-anak yang menderita Tb juga memiliki potensi menularkan penyakit tersebut apabila infeksinya telah terkonfirmasi disebabkan oleh bakteri tersebut di dalam saluran pernapasannya. (Ant/H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *