Inovasi AI Percepat Transformasi Industri di Asia Pasifik, Perkuat Daya Saing Ekonomi Digital
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) makin menjadi motor penggerak transformasi ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

Pemanfaatan AI tidak lagi sebatas meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga jadi strategi utama perusahaan dalam mempercepat inovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing bisnis di tengah dinamika ekonomi global.

Momentum tersebut mendorong SAP Asia Pacific (APAC) menunjuk Verena Siow sebagai President Asia Pacific yang berkedudukan di Singapura. Penunjukan tersebut efektif berlaku segera dan menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat transformasi bisnis pelanggan melalui pemanfaatan teknologi AI dan solusi digital.

Pada peran barunya, Verena akan berfokus pada peningkatan keberhasilan pelanggan, mempercepat transformasi bisnis, serta membantu berbagai organisasi di kawasan Asia Pasifik memaksimalkan nilai dari solusi SAP yang mereka gunakan.

Verena memiliki pengalaman hampir tiga dekade di industri teknologi, termasuk 15 tahun berkarier di SAP. Sebelum dipercaya memimpin kawasan Asia Pasifik, ia menjabat Business Suite Leader APAC yang bertanggung jawab mengembangkan bisnis cloud sekaligus mendorong transformasi pelanggan secara menyeluruh. Ia juga pernah memimpin SAP Asia Tenggara sebagai President and Managing Director.

Chief Revenue Officer APAC, EMEA, dan MEE SAP, Manos Raptopoulos mengatakan pertumbuhan bisnis perusahaan saat ini semakin ditopang percepatan inovasi AI yang jadi fondasi transformasi berbagai sektor industri.

“Bisnis kami didorong percepatan inovasi AI yang ditopang oleh tujuan perusahaan, talenta, dan kemitraan yang kami bangun. Verena membawa pengalaman regional mendalam, fokus yang kuat terhadap keberhasilan pelanggan, serta kepemimpinan luar biasa untuk memimpin kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan strategis ini,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu wilayah dengan peluang pertumbuhan ekonomi digital terbesar di dunia. Karena itu, percepatan adopsi AI menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk membantu pelanggan meningkatkan efisiensi, mempercepat pengambilan keputusan, serta menciptakan model bisnis lebih adaptif.

Sementara itu, Verena Siow mengatakan perkembangan AI mengubah cara perusahaan mengelola data, proses bisnis dan sumber daya manusia dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

“Ini merupakan momen sangat penting untuk memimpin SAP Asia Pacific. Visi kami mengenai Autonomous Enterprise, yang menghubungkan data, proses, dan manusia secara terintegrasi, menghadirkan hasil nyata bagi pelanggan seiring mereka mentransformasi bisnis untuk menghadapi era AI,” katanya.

Konsep Autonomous Enterprise yang dikembangkan SAP memungkinkan perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis sekaligus menghasilkan analisis yang lebih cepat dan akurat. Pendekatan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing perusahaan di tengah percepatan ekonomi digital.

Saat ini SAP mengoperasikan bisnis di Australia dan Selandia Baru, Greater China, India, Jepang, Korea Selatan, hingga Asia Tenggara. Perusahaan mempekerjakan lebih dari 50.000 karyawan di 46 kantor dan pusat pengembangan SAP Labs di kawasan Asia Pasifik.

Ribuan perusahaan di kawasan tersebut memanfaatkan solusi SAP, mulai dari sektor manufaktur, teknologi, transportasi, hingga ritel. Kehadiran teknologi AI diproyeksikan semakin mempercepat transformasi digital berbagai industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di Asia Pasifik. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *