
PASUKAN Angkatan Darat Kontinental dan milisi yang membentuk kekuatan bersenjata Amerika pada tahun 1776 kemungkinan besar akan ternganga melihat militer Amerika Serikat saat ini. Mengenakan seragam nonstandar yang meniru pasukan Inggris, para rekrutan saat itu hanya bersenjatakan musket rancangan Inggris yang hanya mampu menembakkan beberapa bola timah per menit.
Sistem artileri pendukung mereka hanyalah campuran meriam Inggris dan Prancis dengan jangkauan maksimal beberapa ratus meter. Saat itu, Angkatan Laut AS baru saja lahir, Angkatan Udara belum terpikirkan, dan kekuatan siber serta ruang angkasa bahkan belum terbayangkan. Senjata nuklir baru akan lahir hampir 170 tahun kemudian.
Menjelang peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan AS, evolusi militer ini mencerminkan transformasi dari milisi serampangan menjadi kekuatan dominan dunia.
Perang Revolusi: Fondasi Profesionalisme
Tentara Amerika pertama ditarik dari komunitas lokal. Namun, pada tahun 1775, komandan revolusioner menyadari perlu tentara profesional yang terlatih untuk memenangkan perang. George Washington memutuskan untuk meniru militer Eropa dalam hal taktik dan pelatihan.
Pada akhir perjuangan kemerdekaan, disiplin pasukan meningkat pesat meski masih sangat bergantung pada dukungan asing, seperti Prancis. Angkatan Laut Kontinental lahir pada 1775, disusul Korps Marinir AS. Pada akhir perang, pejuang Amerika berhasil menyita sekitar 1.500 kapal Inggris.
Perang Saudara dan Era Industri
Setelah Perang Revolusi, militer sempat dipangkas karena kekhawatiran akan tentara tetap (standing army). Namun, pembukaan West Point pada 1802 menjadikan militer sebagai pilihan karier profesional. Perang Saudara Amerika kemudian menjadi titik balik sebagai perang industri pertama.
Menurut analis strategis Frederik Mertens, elemen penentu perang ini adalah keunggulan ekonomi dan industri Utara (Union), yang menandai lahirnya The American Way of War.
Perang Dunia I dan II: Menuju Superpower
Pergeseran industri memuncak pada Perang Dunia I dengan penggunaan senapan mesin, artileri canggih, komunikasi nirkabel, dan tank untuk pertama kali. Perang Dunia II kemudian menunjukkan kekuatan penuh Amerika dalam hal sumber daya manusia, industri, dan organisasi.
Tahun 1945 menjadi tonggak sejarah dengan pengembangan bom atom yang mengubah kebijakan militer global selamanya. Tak lama setelah perang berakhir, Angkatan Udara AS resmi didirikan pada 1947, memisahkan diri dari Angkatan Darat dan membuka jalan bagi dominasi kekuatan udara.
Vietnam dan Operasi Desert Storm
Perang Vietnam menjadi momen krusial karena keputusan politik menggunakan pasukan wajib militer (draftee) yang memicu penolakan publik. Di medan perang, helikopter menjadi ikon utama karena fleksibilitasnya di medan hutan.
Memasuki tahun 1990, Operasi Desert Storm menunjukkan dominasi teknologi AS. Ini debut tempur sistem pertahanan udara Patriot dan penggunaan rudal jelajah Tomahawk secara besar-besaran, memberikan kesan bahwa militer AS dapat melakukan apa saja.
Perang Iran 2026: Pelajaran Baru tentang Massal
Melompat ke tahun 2026, AS menghadapi tantangan besar dalam konflik dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari. Meskipun memiliki teknologi canggih, AS belajar bahwa kekuatan regional yang bertempur dalam perang eksistensial memiliki daya tahan luar biasa.
Keberhasilan Iran menggunakan drone murah dalam jumlah massal memaksa AS menghabiskan rudal pertahanan udara yang jauh lebih mahal. Fenomena ini menggeser paradigma militer: Massal kini dianggap lebih penting daripada sekadar kecanggihan teknologi.
Masa Depan: Drone, Siber, dan Jet Generasi Keenam
Ke depan, drone akan semakin terintegrasi dalam setiap aspek militer, mulai dari evakuasi medis hingga serangan jarak jauh. AS juga tengah mengembangkan jet tempur generasi keenam yang akan didampingi oleh drone loyal wingman.
Ranah siber juga menjadi prioritas utama. Awal tahun ini, kemampuan siber canggih AS diduga digunakan untuk melumpuhkan jaringan listrik di Caracas, Venezuela, sebelum operasi penangkapan mantan Presiden Nicolás Maduro.
Di bawah visi Presiden Donald Trump, program-program seperti kelas kapal perang baru dan perisai rudal Golden Dome sedang dipersiapkan untuk melindungi AS dari ancaman rudal paling canggih milik Rusia dan Tiongkok. (Newsweek/I-2)
