Peringati Hari Tari Sedunia, Dewan Kesenian Klaten Gelar Seni Tari Potensi Daerah
Ilustrasi(Dok YouTube Dinas Kesenian Klaten)

DEWAN Kesenian Klaten, Jawa Tengah, menggelar pentas seni tari dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia di Taman Budaya Monumen Juang 45 Klaten, Selasa (30/6) malam.

Kegiatan seni tari Dewan Kesenian Klaten dihadiri Bupati Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh seni budaya, dan sanggar tari di Klaten.

Dalam pentas tari Hari Tari Sedunia, Dewan Kesenian menampilkan 10 tarian yang dibawakan mulai anak-anak hingga orang dewasa. Penampilan tari mereka diiringi musik gamelan.

Sebanyak 10 tarian yang ditampilkan, antara lain Tari Gambyong Retno Kusumo, Tari Bondan Tani, Tari Merak, Tari Joko Tarub, Tari Bambangan Cakil, dan Tari Klono Sekartaji.

 Wakil Ketua Dewan Kesenian Klaten, Suwito Radyo, mengatakan penyelenggaraan peringatan Hari Tari Sedunia untuk merayakan dan menghargai keanekaragaman seni tari di Klaten.

Dewan Kesenian Klaten memperingati Hari Tari Sedunia dengan menggelar seni tari, adalah juga dalam upaya pengembangan dan pelestarian seni tari daerah warisan leluhur.

Pentas seni tari malam ini juga sesuai amanat UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan Perda No 2 Tahun 2014 tentang Pelestarian Budaya dan Bahasa Jawa.

“Namun, seni tari yang kita kembangkan dan lestarikan menghadapi tantangan di era globalisasi ini. Karena itu, pengaruh budaya luar dan modernisasi perlu diantisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengapresiasi pentas seni tari Dewan Kesenian Klaten dalam rangka peringatan Hari Tari Sedunia 2026.

Kegiatan pentas seni tari ini menjadi bukti nyata keseriusan bersama antara pemerintah daerah, Dewan Kesenian, dan sanggar tari dalam upaya melestarikan seni buda daerah.

“Pengembangan dan pelestarian seni budaya daerah sangat penting, sehingga ke depan generasi muda kita tahu dan bisa menjaga eksistensi potensi seni budaya daerah tersebut,” katanya.

Pemajuan seni budaya daerah pun relevan dengan pembangunan sektor pariwisata. Bahkan, untuk Jawa Tengah, Klaten kini menempati urutan kedua terbanyak jumlah wisatawannya.

Disebutkannya jumlah kunjungan wisatawan di Klaten 2025 mencapai 7,5 juta, nomor dua di Jawa Tengah. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ini terkait dengan pengembangan seni budaya.

“Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Klaten, saya mengimbau kepada para pengelola objek wisata untuk melengkapi atau ada paket pertunjukkan seni budaya,” ujarnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *