
Transformasi yang dijalankan Danantara Indonesia mulai membuahkan hasil signifikan pada kinerja keuangan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga posisi April 2026, mayoritas BUMN dalam ekosistem pengelolaan Danantara membukukan pertumbuhan laba, bahkan beberapa perusahaan yang sebelumnya merugi berhasil mencatatkan keuntungan (turnaround).
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyatakan bahwa capaian sepanjang 2025 hingga awal 2026 ini mencerminkan ketahanan dan hasil nyata dari agenda transformasi di berbagai sektor strategis.
Kinerja Laba BUMN Ekosistem Danantara (April 2026)
Berdasarkan data laporan Danantara Indonesia, berikut adalah rincian kinerja sejumlah BUMN yang mencatatkan pertumbuhan menonjol:
| Nama BUMN | Laba (April 2026) | Kenaikan Nominal | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| PT Pertamina | Rp24,9 Triliun | Rp11 Triliun | 80% |
| PT Pupuk Indonesia | Rp4,8 Triliun | Rp3,2 Triliun | 202% |
| PT Pelindo | Rp1,5 Triliun | Rp900 Miliar | 169% |
| PT Bank Mandiri | Rp21,3 Triliun | Rp2,5 Triliun | 13% |
| PT Bank Rakyat Indonesia | Rp21,2 Triliun | Rp2,8 Triliun | 15% |
| PT BNI | Rp7,2 Triliun | Rp381 Miliar | 6% |
| InJourney | Rp300 Miliar | Rp74 Miliar | 33% |
Pertamina menjadi penyumbang kenaikan laba nominal terbesar, sementara Pupuk Indonesia mencatatkan persentase pertumbuhan tertinggi mencapai 202%. Di sektor konstruksi, PT Adhi Karya juga menunjukkan tren positif dengan laba Rp69 miliar, melonjak dari Rp60 miliar pada periode sebelumnya.
Keberhasilan Turnaround dan Restrukturisasi
Selain pertumbuhan laba, dukungan permodalan (capital support) dari Danantara Asset Management (DAM) terbukti efektif mendorong sejumlah BUMN keluar dari zona merah:
- PT Krakatau Steel: Mencatat laba Rp635 miliar, berbalik dari rugi Rp981 miliar pada periode sebelumnya.
- PT Kimia Farma: Membukukan laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar.
- PT Semen Indonesia: Meraih laba Rp106 miliar dari posisi sebelumnya yang rugi Rp66 miliar.
Rohan menegaskan bahwa daftar ini merupakan sorotan terhadap kinerja yang menonjol dan masih banyak BUMN lain dalam ekosistem Danantara yang menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, laporan keuangan konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih dalam tahap audit dan akan dipublikasikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Realisasi Investasi Strategis
Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasi menggunakan dividen BUMN tahun 2025. Fokus investasi diarahkan pada proyek strategis nasional, antara lain:
- Ekosistem Haji dan Umrah: Pengembangan layanan di Makkah untuk memperkuat posisi Indonesia secara global.
- Waste-to-Energy (WTE): Proyek pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mendukung transisi ekonomi hijau dan ketahanan energi.
Seluruh langkah investasi ini dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik (GCG), disiplin investasi, serta pengelolaan risiko yang prudent demi menciptakan nilai jangka panjang bagi negara. (E-3)
