
OTORITAS Rusia melaporkan dua warga sipil tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina yang terjadi pada Selasa dini hari. Korban tewas terdiri dari seorang bayi berusia enam bulan di wilayah Moskow dan seorang perempuan berusia 61 tahun di wilayah Tver.
Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov mengatakan sebuah rumah tinggal di Yegoryevsk terbakar setelah terkena puing drone yang jatuh. Insiden itu menyebabkan sejumlah penghuni terjebak di bawah reruntuhan.
“Semalam, sebuah rumah pribadi terbakar di Yegoryevsk akibat jatuhnya pesawat tak berawak. Orang-orang terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat dengan cepat mengeluarkan dua orang dewasa dan dua anak. Sayangnya, seorang bayi berusia enam bulan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Vorobyov melalui platform media sosial Rusia, Max.
Selain korban meninggal, tiga warga sipil lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Vorobyov menambahkan sistem pertahanan udara dan perangkat peperangan elektronik Rusia berhasil mencegat 60 drone Ukraina di sejumlah lokasi.
Namun, puing-puing drone yang jatuh tetap menyebabkan kerusakan pada bangunan permukiman dan gedung administrasi di beberapa distrik. Di wilayah Tver, Pelaksana Tugas Gubernur Vitaly Korolyov melaporkan seorang perempuan berusia 61 tahun tewas setelah puing drone menghantam rumahnya di Distrik Kimry.
Pemerintah Rusia kemudian mengecam serangan tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menuding Kyiv telah menyerang warga sipil dan meminta komunitas internasional memberikan perhatian terhadap insiden itu.
“Kami ingin sekali lagi menggunakan kesempatan ini untuk menarik perhatian komunitas internasional terhadap tindakan kriminal rezim Kyiv ini,” kata Peskov dilansir Anadolu, Selasa (30/6). “Warga sipil menderita, anak-anak meninggal. Ini adalah akibat dari tindakan rezim Kyiv, dan semua orang harus mengetahuinya dan mengingatnya,” sebutnya.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Ukraina terkait laporan tersebut. Sementara itu, klaim Rusia mengenai serangan dan jumlah korban belum dapat diverifikasi secara independen karena konflik antara kedua negara masih terus berlangsung. (Fer/P-3)
