Pengamat Sebut Safari Politik Jokowi Sulit Dongkrak Elektoral PSI dan Gibran
Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) tiba untuk menghadiri Rakorda DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (27/62026).(Antara)

PENGAMAT komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai rangkaian safari politik yang dimulai oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari Provinsi Lampung akan sulit memberikan dampak elektoral yang signifikan bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) maupun Gibran Rakabuming Raka.  

Jamiluddin menilai safari politik daerah tersebut dirancang sebagai upaya menjaga eksistensi trah politik keluarga di panggung nasional melalui figur Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. Namun, respons di lapangan menunjukkan hasil yang berbeda dari ekspektasi.

“Melihat kunjungan di Lampung, harapan untuk mendongkrak elektabilitas itu tampaknya terlalu muluk. Sepanjang agenda di sana, antusiasme masyarakat untuk menyambut kedatangan mantan presiden tersebut praktis tidak terlihat menonjol,” ujar Jamiluddin melalui keterangannya, Selasa (30/6).

Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini memaparkan adanya perbedaan kondisi saat ini dengan Pilpres 2019 silam. Pada masa itu, Lampung merupakan salah satu basis lumbung suara kuat di mana konfigurasi pemilih memberikan dukungan sebesar 59,71 persen hak pilih kepada Jokowi.

Sebaliknya dalam safari politik kali ini, sebagian besar masyarakat terpantau tetap menjalankan rutinitas secara normal tanpa adanya mobilisasi massa yang organik. Situasi kunjungan bahkan sempat diwarnai oleh aksi demonstrasi penolakan dari kelompok ibu-ibu setempat.

Jamiluddin menilai realitas di lapangan ini mengindikasikan bahwa tingkat kepercayaan serta daya pikat politik yang dahulu melekat pada figur Jokowi telah mengalami penurunan. Pengaruh personalnya kini dinilai tidak lagi dominan dalam mengarahkan orientasi pilihan politik masyarakat sipil di daerah.

“Jokowi bukan lagi maknet politik yang dapat “menghipnotis” masyarakat untuk mengikuti kehendaknya. Jokowi sudah seperti layaknya warga biasa, yang tidak punya power politik. Karena itu, berharap Jokowi dapat membantu mengantarkan PSI ke Senayan peluangnya relatif kecil. PSI bisa jadi nantinya hanya akan menerima kekecewaan,” katanya.

Selain itu, Jamiluddin menilai safari politik Jokowi di Lampung yang disambut dingin warga itu juga akan sulit mendongkrak elektoral Gibran. Menurutnya, safari politik Jokowi layaknya seperti berjudi dan penuh spekulasi demi memenuhi hasrat politiknya.

“Jokowi bisa jadi nantinya seperti lebih besar pasak daripada tiang. Kalau ini terjadi, ambisi politik Jokowi bisa jadi lebih besar daripada perolehan elektoral PSI dan Gibran. Hal itu kiranya dapat menamatkan trah Jokowi dalam politik nasional,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Jokowi memulai rangkaian safari politiknya di Provinsi Lampung pada Jumat, 26 Juni 2026, dan langsung menyambangi berbagai wilayah, termasuk Lampung Tengah untuk menghadiri Festival UMKM. Selama kunjungan tiga hari tersebut, Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan topi berlogo PSI, serta didampingi oleh pengurus partai. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *