
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya akan menghormati komitmen kesepakatan jika Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Meski demikian, ia memperingatkan Teheran akan merespons dengan tegas setiap ancaman yang datang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui sebuah unggahan di platform X pada Senin waktu setempat.
“Saling pengertian adalah jalan dua arah. Jika pihak Amerika mematuhi perjanjian tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami,” ujar Pezeshkian.
Tanpa menyebut nama secara spesifik, ia juga memberikan sindiran yang tampaknya ditujukan kepada Gedung Putih.
“Pendekatan kami terhadap keluhan yang tidak masuk akal dan ancaman yang tidak berdasar bergantung pada rasionalitas dan martabat manusia dalam pengambilan keputusan, serta pertahanan yang tegas dan tanpa ragu dalam hal tindakan,” tambah Pezeshkian.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan belum ada jadwal pertemuan negosiasi dengan AS di tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan. Teheran saat ini masih berfokus pada implementasi nota kesepahaman (MoU), bukan bergerak menuju pembicaraan perjanjian final.
Berdasarkan MoU tersebut, negosiasi perjanjian final baru dapat dimulai jika poin-poin awal, termasuk urusan penjualan minyak (Klausal 10) dan pencairan aset yang dibekukan (Klausal 11), sudah mulai berjalan. Terkait aset, delegasi ahli dari Iran dijadwalkan terbang ke Doha, Qatar, akhir pekan ini untuk menindaklanjuti proses tersebut.
Presiden Pezeshkian sebelumnya mengumumkan sebagian dari dana Iran yang dibekukan di Qatar akan segera kembali ke Teheran.
“Berdasarkan rencana yang telah dibuat, US$6 juta dari total US$12 miliar sumber daya Iran di Qatar akan dikembalikan ke negara tersebut, dan tindak lanjut yang diperlukan juga sedang berjalan untuk pengembalian sisa dari sumber daya ini,” ungkap Pezeshkian saat bertemu para ulama senior di Qom.
Namun, pihak AS menyatakan belum ada aset Iran yang dicairkan hingga saat ini. Washington menegaskan proses pencairan dana kemanusiaan tersebut akan dipantau secara ketat.
“Aset Iran yang dilepaskan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika guna memberi makan rakyat Iran. Setiap pelepasan dana untuk pembelian kemanusiaan akan dikaitkan dengan kinerja dan implementasi MOU oleh Iran,” kata seorang pejabat AS dalam sebuah pernyataan pada Senin. (CNN/Z-2)
