
GEMPA susulan yang kuat kembali mengguncang wilayah utara Venezuela pada Senin pagi waktu setempat. Peristiwa ini memicu kepanikan baru di kalangan warga yang masih trauma, setelah gempa kembar lima hari lalu menewaskan 1.719 orang dan memicu krisis kemanusiaan yang hebat.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa susulan tersebut berkekuatan Magnitudo 4,6, sementara survei geologi Kolombia mengukurnya pada Magnitudo 5,1. Getaran terasa kuat di ibu kota Caracas dan kota pelabuhan La Guaira yang hancur parah. Akibatnya, beberapa jalur metro Caracas terpaksa ditutup sementara demi keselamatan infrastruktur.
Meski Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyatakan belum ada laporan kerusakan baru, sirine gempa yang berbunyi membuat warga berhamburan ke jalan.
“Saya sedang tidur ketika guncangan membangunkan saya. Rasanya hampir sama kuatnya dengan gempa hari Rabu, meskipun saya tidak merasakan gempa susulan lainnya,” kata Amarelis Mendoza, seorang warga El Hatillo di Caracas.
Kondisi memprihatinkan terlihat di Parque del Este, di mana ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mendirikan tenda darurat.
“Hidup ini lebih berharga dari apa pun,” ujar Katiuska Asuaje, 35, yang mengungsi bersama empat anaknya dari wilayah Bello Campo. “Kami tidak mau menunggu rumah roboh menimpa kami karena salah satu atap betonnya sudah terlepas.”
Pemerintah Venezuela kini menghadapi kritik tajam terkait lambatnya penanganan bencana. Berdasarkan data resmi, sebanyak 5.034 orang terluka dan hampir 800 bangunan rusak berat akibat gempa kembar bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pekan lalu. Di tengah proses pencarian puluhan ribu korban yang masih hilang, penjarahan mulai marak terjadi di supermarket dan apotek di La Guaira akibat minimnya pasokan bantuan.
Kendati waktu kritis 72 jam telah terlampaui, secercah harapan sempat muncul saat tim penyelamat berhasil mengevakuasi seorang pria dan anak remajanya dalam kondisi hidup pada hari Minggu.
“Hari ini kita telah menyelamatkan orang-orang yang masih hidup, dan karena itu upaya ini tidak akan dihentikan,” tegas Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodríguez.
Sejauh ini, bantuan internasional terus berdatangan. Sebanyak 24 negara telah mengirimkan 521 ton pasokan bantuan dan lebih dari 2.700 personel penyelamat. PBB memperkirakan sekitar 6,76 juta orang terdampak bencana ini dan membutuhkan bantuan darurat, dengan total kerugian fisik mencapai US$6,7 miliar. Menanggapi situasi ini, Amerika Serikat mengumumkan telah menggandakan paket bantuannya menjadi US$300 juta untuk mendukung pemulihan medis, pangan, dan sanitasi di Venezuela. (The Guardian/Z-2)
