
BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial atau (BPJS) Kesehatan berkontribusi dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Tasikmalaya. Program tersebut dapat dirasakan lebih luas dan optimal melalui edukasi maupun sosialisasi guna memastikan masyarakat tidak hanya terdaftar tapi aktif sebagai peserta.
Kepala Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Kgs Hamdani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota yang berkontribusi dalam menyukseskan program JKN di Kota Tasikmalaya. Capaian yang selama ini dilakukan merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, fasilitas kesehatan mitra dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap agar keaktifan peserta JKN di wilayah Kota Tasikmalaya tinggi. Adanya sinergi yang lebih kuat membuat manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas dan optimal. Kami selalu melakukan edukasi, sosialisasi terus digencarkan dan memastikan masyarakat tidak hanya terdaftar, tapi aktif sebagai peserta JKN,” ujarnya, Senin (29/6).
Menurut dia, dengan dukungan dan kerja sama seluruh stakeholder, Kota Tasikmalaya sudah mewujudkan predikat Universal Health Coverage (UHC). Kondisi itu membuat masyarakat makin mudah mendapatkan akses layanan kesehatan.
BPJS mengajak masyarakat berkomitmen untuk menjadi peserta JKN yang aktif. Ini dilakukan agar perlindungan kesehatan berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Program JKN merupakan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kesehatan secara adil dan merata pada masyarakat. Kami mengajak masyarakat memastikan status kepesertaan tetap aktif,” tegas Hamdani.
Sementara itu, Yola Agustin, 22, mahasiswi Akuntansi semester 7 Universitas Siliwangi Tasikmalaya mengatakan, kepesertaan dalam JKN sangat bermanfaat bagi dirinya. Salah satunya pembuatan kacamata yang ditanggung BPJS Kesehatan.
“Saya mendapat rujukan ke rumah sakit Jasa Kartini dan langsung ditangani dokter. Setelah itu mendapat penjelasan tentang menjaga mata agar kondisi mata tidak makin memburuk. Beberapa tes penglihatan dilakukan termasuk proses membuat kacamata sesuai dengan kelas. Tidak ada biaya dikeluarkan karena semua ditanggung JKN,” paparnya.
