
SAKIT kepala sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang bisa diatasi dengan istirahat. Namun, masyarakat diminta waspada jika merasakan sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba, atau yang secara medis dikenal sebagai thunderclap headache.
Dokter spesialis saraf lulusan Universitas Indonesia, Zicky Yombana, menjelaskan bahwa sensasi sakit kepala yang terasa seperti tersambar petir atau “gledek” merupakan salah satu kondisi yang patut diwaspadai karena bisa menjadi pertanda penyakit serius.
“Jadi sakit kepalanya muncul tiba-tiba terus hebat banget, bisa dibilang namanya thunderclap headache. Itu harus diwaspadai,” ujar dr. Zicky di Jakarta, Kamis (16/10).
Indikasi Penyakit Sekunder
Menurut dr. Zicky, thunderclap headache merupakan jenis sakit kepala sekunder. Kondisi ini bukan sekadar nyeri biasa, melainkan gejala yang dipicu oleh masalah kesehatan lain di dalam kepala, seperti:
- Pendarahan di otak.
- Infeksi pada organ otak maupun selaput otak (meningitis).
- Keberadaan tumor otak.
Ia memberikan panduan sederhana bagi masyarakat untuk membedakan nyeri kepala biasa dengan yang berbahaya. Jika sakit kepala hanya muncul satu atau dua kali lalu hilang, kondisi tersebut biasanya masih tergolong aman. Namun, jika nyeri terjadi berulang dan intensitasnya cenderung bertambah parah, maka pemeriksaan medis menjadi wajib.
Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai
Selain rasa nyeri yang luar biasa, dr. Zicky yang berpraktik di Rumah Sakit Brawijaya ini mengimbau masyarakat untuk memperhatikan gejala penyerta lainnya, di antaranya:
- Sakit kepala yang menyebabkan terbangun dari tidur.
- Disertai kejang atau demam tinggi.
- Pandangan menjadi kabur.
- Terjadi pelemahan pada salah satu sisi anggota tubuh.
Penanganan dan Pencegahan
Untuk meredakan serangan sakit kepala atau migrain, penggunaan obat anti-nyeri (pain killer) sebagai terapi abortif dinilai cukup efektif. Selain itu, penderita disarankan melakukan kompres dingin di area dahi atau leher di dalam ruangan yang tenang dan minim cahaya.
Meski demikian, dr. Zicky menekankan bahwa penggunaan obat pereda nyeri saja tidak cukup jika serangan terjadi terlalu sering. Pasien membutuhkan diagnosis mendalam untuk menentukan apakah diperlukan terapi preventif atau pencegahan guna menghindari perburukan kondisi.
Jika Anda mengalami sakit kepala hebat secara mendadak dengan intensitas yang tidak tertahankan, segera hubungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. (Ant/H-3)
