Suplemen Populer Mungkin Tawarkan Sedikit Manfaat untuk Tulang Lansia
Ilustrasi.(Magnific)

SUPLEMEN kalsium dan vitamin D, yang selama ini dipromosikan secara luas untuk melindungi tulang di usia tua, ternyata memberikan manfaat yang sangat kecil dalam mencegah patah tulang atau insiden jatuh pada sebagian besar orang dewasa lanjut usia.

Dalam tinjauan bukti klinis yang diterbitkan dalam jurnal The BMJ, para peneliti menemukan bahwa baik suplemen kalsium, vitamin D, maupun kombinasi keduanya, tidak memberikan pengurangan risiko yang berarti terhadap jatuh atau patah tulang dalam sebagian besar studi yang dianalisis.

Meskipun suplementasi kombinasi kalsium dan vitamin D menunjukkan sedikit peningkatan statistik pada beberapa hasil patah tulang, para peneliti menyimpulkan bahwa pengurangan absolut tersebut terlalu kecil untuk dianggap penting secara klinis.

Dampak Insiden Jatuh pada Lansia

Jatuh merupakan masalah kesehatan utama di kalangan lansia. Data menunjukkan sekitar satu dari tiga orang berusia 65 tahun ke atas mengalami setidaknya satu kali jatuh setiap tahun.

Insiden jatuh dapat mengakibatkan patah tulang, hilangnya kemandirian, rawat inap, hingga penempatan di fasilitas perawatan jangka panjang. Oleh karena itu, pencegahan jatuh menjadi prioritas kesehatan masyarakat yang signifikan.

Kalsium dan vitamin D telah lama direkomendasikan karena perannya dalam menjaga kesehatan tulang dan banyak pedoman klinis terus menyarankan suplementasi bagi lansia. Penggunaan suplemen ini, baik melalui resep maupun pembelian bebas, juga meningkat drastis selama dua dekade terakhir.

Tim peneliti melakukan tinjauan terhadap uji coba acak yang tersedia. Sebagian besar peserta tinggal secara mandiri di komunitas dan tidak dianggap memiliki risiko tinggi patah tulang atau jatuh.

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Kalsium saja, vitamin D saja, maupun kombinasi keduanya tidak menunjukkan efek berarti dalam mencegah patah tulang secara umum.
  • Tidak ditemukan dampak signifikan terhadap pencegahan patah tulang panggul (hip fractures) atau insiden jatuh.
  • Temuan ini tetap konsisten bahkan setelah peneliti memeriksa perbedaan demografis termasuk usia, jenis kelamin, riwayat jatuh, serta tingkat konsumsi vitamin D dan kalsium sebelumnya.

Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua suplementasi dianggap tidak perlu. Studi lain menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat meniru gejala penuaan, yang menekankan pentingnya diagnosis yang tepat sebelum mengonsumsi suplemen tertentu.

Baca juga: Serat Prebiotik Inulin Dapat Mengurangi Nyeri Osteoarthritis

Rekomendasi untuk Evaluasi Ulang

Para peneliti mencatat beberapa batasan dalam studi ini. Temuan mungkin tidak berlaku bagi individu dengan gangguan tulang tertentu atau pasien yang sedang menerima pengobatan osteoporosis, karena kelompok tersebut dikecualikan dari analisis.

Meski demikian, penulis menyatakan bahwa bukti yang ada saat ini tidak mendukung suplementasi rutin dengan kalsium atau vitamin D, maupun kombinasi keduanya untuk mencegah patah tulang dan jatuh.

Lebih lanjut, mereka menyarankan agar klinisi, panel penyusun pedoman kesehatan, dan lembaga regulator untuk mengevaluasi kembali rekomendasi umum mereka terkait suplementasi kalsium dan vitamin D berdasarkan bukti terbaru ini.

Kesimpulan Peneliti: “Berdasarkan pengurangan risiko absolut dan ambang batas yang dianggap bermakna secara klinis, tinjauan ini menemukan sedikit hingga tidak ada manfaat dari kalsium, vitamin D, atau suplemen kombinasi pada pencegahan patah tulang dan jatuh.” (Newsweek/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *