
IBU hamil umumnya mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil dibandingkan saat tidak mengandung. Kondisi ini sering kali semakin intens seiring bertambahnya usia kehamilan, di mana banyak ibu merasa sulit menahan dorongan untuk berkemih. Fenomena ini merupakan hal yang lumrah terjadi akibat perubahan fisiologis selama masa kehamilan.
Berdasarkan informasi dari laman Halodoc, penyebab utama kondisi ini adalah pertumbuhan janin di dalam rahim yang terus membesar. Rahim yang berkembang memberikan tekanan langsung pada kandung kemih, yaitu organ yang berfungsi menampung urine dari ginjal. Tekanan tersebut memicu otot kandung kemih untuk berkontraksi lebih cepat, bahkan sebelum volume urine terisi penuh.
Memahami Kandung Kemih Overaktif (OAB)
Dalam beberapa situasi, tekanan pada masa kehamilan dapat memicu kondisi yang disebut kandung kemih overaktif (overactive bladder/OAB). Gangguan ini ditandai dengan dorongan buang air kecil yang muncul secara mendadak dan sulit dikendalikan.
Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai terkait kandung kemih overaktif:
| Gejala | Deskripsi Keluhan |
|---|---|
| Urgensi Mendadak | Dorongan kuat untuk berkemih secara tiba-tiba yang sulit ditahan. |
| Inkontinensia Urgensi | Keluarnya urine tanpa disadari karena tidak mampu menahan dorongan. |
| Frekuensi Tinggi | Buang air kecil mencapai delapan kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. |
| Nokturia | Sering terbangun di malam hari untuk berkemih, sehingga mengganggu kualitas tidur. |
Faktor Risiko Selain Kehamilan
Meskipun kehamilan adalah pemicu yang umum, gangguan pada kandung kemih juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor medis lainnya. Aktivitas otot kandung kemih yang berlebihan dapat dipicu oleh gangguan saraf maupun masalah struktural pada saluran kemih.
Beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan gejala sering buang air kecil meliputi:
- Penyakit neurologis seperti Parkinson, stroke, dan multiple sclerosis.
- Infeksi pada otak atau sumsum tulang belakang.
- Cedera fisik pada area tulang belakang, panggul, atau perut.
- Adanya batu kandung kemih, tumor, atau pembesaran prostat (pada pria).
Pada beberapa kasus, keluhan ini juga disertai dengan rasa nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih. Jika ibu hamil merasakan dorongan yang sangat mengganggu, urine keluar tanpa kendali, atau muncul rasa sakit, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk membedakan apakah keluhan tersebut murni akibat perubahan kehamilan atau terdapat indikasi gangguan saluran kemih lainnya guna menjaga kesehatan ibu dan janin. (Sumber: Halodoc)
