
VIDEO antrean kendaraan yang mengular di ruas jalan Sangatta–Bengalon, Kutai Timur, belakangan ramai beredar di media sosial. Rekaman yang diunggah akun TikTok @DinoRaurus itu memperlihatkan sejumlah kendaraan berhenti cukup lama menunggu iring-iringan truk tambang melintas.
Video tersebut diberi keterangan “Normal day in Kalimantan” dan memancing beragam komentar warganet. Banyak yang penasaran mengapa kendaraan tambang bisa melintas di jalan nasional.
Belakangan diketahui lokasi dalam video berada di kawasan Bengalon, tepatnya di jalan poros nasional Sangatta–Bengalon yang memang beririsan dengan area operasional tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Manager External Relations KPC, Nanang Supriyadi, menjelaskan bahwa titik tersebut merupakan jalur crossing resmi yang telah mengantongi izin dari Balai Pelaksana Jalan Nasional karena jalan negara memang membelah wilayah konsesi perusahaan.
Menurut Nanang, keberadaan crossing bukan berarti kendaraan tambang bebas melintas tanpa aturan. Justru, kendaraan masyarakat menjadi prioritas utama.
“Yang kami hentikan justru kendaraan tambangnya. Kendaraan masyarakat kami dahulukan. Setelah arus lalu lintas benar-benar kosong, baru kendaraan tambang melintas,” ujarnya.
Ia menegaskan keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama perusahaan. Untuk itu, setiap aktivitas crossing dijaga petugas keamanan yang mengatur lalu lintas agar proses penyeberangan kendaraan tambang berlangsung aman.
Di setiap pergantian shift, empat personel keamanan disiagakan di lokasi. Selain mengatur arus kendaraan, perusahaan juga memiliki tim khusus yang siap membersihkan material apabila ada muatan yang tercecer ke badan jalan.
Tak hanya itu, penyiraman jalan dilakukan secara berkala guna mengurangi debu sekaligus menjaga kondisi permukaan jalan agar tetap aman dilalui pengguna jalan.
Nanang menambahkan, pengelolaan crossing juga dilakukan melalui koordinasi rutin dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kutai Timur. Bahkan, setiap perubahan prosedur operasional selalu dibahas bersama agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebagai solusi jangka panjang, KPC kini tengah menyiapkan pembangunan underpass di sekitar lokasi crossing. Kehadiran jalur tersebut diharapkan dapat mengurangi perlintasan kendaraan tambang di jalan nasional sehingga lalu lintas masyarakat menjadi lebih lancar.
“Harapannya, dengan pembangunan underpass nanti, aktivitas kendaraan tambang dan pengguna jalan umum dapat dipisahkan sehingga mobilitas keduanya menjadi lebih aman dan nyaman,” tutup Nanang. (E-4)
