Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemkab Sukabumi Genjot Pembangunan Irigasi
Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman meninjau lokasi jaringan irigasi yang rusak akibat bencana di sekitar Lapang Cangehgar Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, beberapa waktu lalu.(MI/BENNY BASTIANDY)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, menggenjot pembangunan infrastruktur jaringan irigasi. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi sawah.

Salah satu lokasi pembangunan irigasi berada di Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah. Saat ini pembangunannya masih berproses.

Ketua Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Cimunding, Deden Rusdeni, mengatakan dibangunan jaringan irigasi di daerah mereka secara otomatis akan berdampak luas terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi sawah.

Dia mengucapkan terima kasih atas atensi dari pemerintah daerah yang sudah mengendakan pembangunan jaringan irigasi.

“Lokasinya berada di daerah irigasi di Desa Cijulang Kecamatan Jampangtengah,” ungkapnya, Minggu (28/6).

Keberadaan irigasi, kata Deden, disambut baik para peteni. Terlebih di tengah ancaman potensi kekeingan akibat dampak kemarau.

“Dengan adanya irigasi ini, hasil pertanian kami ke depan bisa lebih meningkaf,” pungkasnya.

Pemkab Sukabumi berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi dan rencana strategis Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.

“Pada 2025, Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi padi sebanyak 899.599 ton dan jagung 104.492 ton,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin.

Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan Sistem Informasi Pengumpulan Data Pangan Strategis (SIPDPS), realisasi produksi padi pada 2025 mencapai 1.077.867 ton atau 119,82%dari target. Sementara luas panen padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36% dari target swasembada.

Untuk komoditas jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42% dari target. Luas panennya tercatat 26.457 hektare atau jauh melampaui target yang ditetapkan.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *