Baznas dan Kemenag Dorong Pemberdayaan Anak Yatim di Momen 10 Muharram
Ketua Baznas Sodik Mudjahid menghadiri acara Lebaran Yatim dan Disabilitas.(Baznas)

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Sodik Mudjahid, menyatakan momentum 10 Muharram harus menjadi titik tolak untuk mendorong para mustahik, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas, menjadi lebih mandiri dan berdaya. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Lebaran Yatim dan Disabilitas yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Sodik menegaskan dukungan penuh terhadap tema acara “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” yang diinisiasi Kemenag. Menurutnya, tema ini sejalan dengan upaya mengubah paradigma bantuan sosial menjadi pemberdayaan berbasis potensi.

“Tema festival tahun ini sangat tepat karena keadilan sosial bagi anak yatim dan disabilitas sejati tercapai saat kita memberikan mereka ruang untuk bersuara, berkarya, dan memimpin masa depan mereka sendiri,” jelas Sodik dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, melalui ekosistem zakat dan wakaf, Baznas berkomitmen menggeser peran para penerima manfaat dari objek belas kasihan menjadi subjek aktif yang mandiri. Untuk mencapai target tersebut, Baznas terus mengoptimalkan penyaluran dana umat ke dalam program produktif jangka panjang.

“Kami terus mengoptimalkan penyaluran dana umat ke dalam program produktif jangka panjang seperti beasiswa pendidikan kreatif serta pelatihan keterampilan yang adaptif,” ujarnya.

Sodik berharap kolaborasi bertajuk ‘Peaceful Muharram’ ini dapat menjadi titik balik bagi pengelolaan zakat nasional yang lebih berfokus pada pemuliaan martabat kemanusiaan.

“Kami berharap kolaborasi Peaceful Muharram ini menjadi titik balik bagi pengelolaan zakat nasional yang berfokus pada pemuliaan martabat kemanusiaan dan penguatan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak kita,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh lembaga pengelola zakat dan wakaf untuk menjadikan 10 Muharram sebagai tradisi baru dalam membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari kesulitan hidup.

“Semoga ini menjadi tradisi baru buat kita memperingati 10 Muharram. Kalau di tempat lain memperingatinya macam-macam, maka kita di sini memperingatinya dengan cara-cara yang sangat produktif,” kata Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, Menag juga menekankan pentingnya memperluas makna anak yatim. Menurutnya, bantuan dan perhatian tidak boleh hanya terbatas pada anak yang kehilangan sosok ayah, tetapi juga harus menyasar seluruh anak yang telantar dan membutuhkan pertolongan.

Acara Lebaran Yatim tersebut diikuti oleh sekitar 300 hingga 400 peserta tatap muka yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, perwakilan lembaga zakat, dan masyarakat umum. Acara ini juga dihadiri secara virtual oleh jajaran Kanwil Kemenag di 34 provinsi, Kemenag Kabupaten/Kota di 514 titik, serta perwakilan Baznas, BWI, LAZ, dan lembaga terkait lainnya di seluruh Indonesia. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *