
PRESIDEN Prabowo Subianto mengaku bangga Indonesia mulai mampu mengembangkan mobil buatan sendiri. Menurutnya, kehadiran kendaraan nasional seperti Maung menjadi langkah awal menuju kemandirian industri otomotif Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat.
Presiden mengatakan dirinya merasakan kepuasan tersendiri karena dapat menggunakan kendaraan kepresidenan Maung yang dikembangkan oleh industri dalam negeri sejak hari pelantikannya.
“Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya. Waktu saya dilantik, saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku sempat mempertanyakan mengapa Indonesia baru mulai mampu memproduksi mobil sendiri setelah lebih dari delapan dekade merdeka. Meski demikian, ia mengapresiasi kontribusi berbagai pihak, termasuk kalangan perguruan tinggi, yang dinilai turut mendorong kemajuan industri nasional.
“Tapi saya terima kasih kampus. Saya terima kasih, kita mulai ke arah punya mobil sendiri,” ujarnya.
TKDN Maung Capai 60–70 Persen
Prabowo mengatakan kendaraan Maung memang belum sepenuhnya menggunakan komponen dalam negeri. Namun, menurutnya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai sekitar 60–70 persen menunjukkan kemajuan menuju kemandirian industri otomotif nasional.
Presiden juga berkelakar mengenai pengalaman awal menggunakan kendaraan tersebut. Ia mengungkapkan Maung sempat mengalami kebocoran ketika diguyur hujan deras.
“Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu,” katanya yang disambut tawa peserta.
Meski demikian, Prabowo menegaskan akan tetap menggunakan produk dalam negeri sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan industri nasional.
“Minimal kita mulai, kita harus berani mulai,” ujarnya.
Prabowo Tekankan Peran Ilmuwan dan Akademisi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menekankan pentingnya kontribusi ilmuwan, akademisi, dan guru besar dalam mempercepat kemajuan Indonesia.
Menurut Prabowo, kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta semangat cinta tanah air merupakan fondasi penting untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
Ia juga menilai kerja sama antarelite bangsa menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan suatu negara.
“Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitnya bisa bekerja sama, itulah bangsa yang bangkit,” kata Prabowo.
