Iran Tolak Klaim AS soal Dana Beku untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Iran membantah klaim AS bahwa aset beku yang dicairkan akan dipakai membeli produk pertanian Amerika.(Dok. Antara)

KETUA Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Kamis (25/6) menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Teheran yang dibekukan dan dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika. Pernyataan itu disampaikan di tengah perdebatan mengenai pelonggaran sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

“Amerika secara keliru mengklaim bahwa aset kami yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian mereka,” tulis Qalibaf dilansir dari Antara, Kamis (25/6).

Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi Iran, menyampaikan kritik tajam terhadap Washington. Ia menilai klaim tersebut mencerminkan ketidakpercayaan panjang antara kedua negara.

“Satu-satunya tanaman yang kami petik adalah apa yang Anda tanam sendiri: puluhan tahun ketidakpercayaan. Panen itu alami, melimpah, dan hasil pertanian dalam negeri,” tambahnya.

Ia juga mengkritik rekam jejak perdagangan dan politik Amerika Serikat. Menurut Qalibaf, Amerika Serikat “hanya mengekspor kedelai GMO (hasil rekayasa genetika), janji-janji yang dilanggar, dan omong kosong.”

Pernyataan Qalibaf muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (24/6) mengatakan tahap awal pelonggaran finansial bagi Teheran akan melibatkan sekitar 500 juta dolar AS dalam bentuk barang-barang Amerika.

Trump menegaskan tidak akan ada uang tunai yang diberikan langsung kepada Teheran. Menurutnya, Washington akan menggunakan dana Iran yang berada di bawah pengawasan untuk membayar petani Amerika atas ekspor produk seperti jagung dan gandum.

“Iran sangat membutuhkan makanan, dan kami akan membelikannya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa Amerika Serikat akan mengawasi pencairan dana Iran yang dibekukan di kawasan Teluk berdasarkan kesepakatan Iran-AS yang dicapai di era Trump.

“Setiap dana yang diterima Iran pada tahap awal akan digunakan untuk kepentingan rakyat Iran. Itu akan menjadi dana beku Iran,” ujar Bessent.

Bessent menambahkan pencairan dana pertama kemungkinan dilakukan melalui Qatar. Pejabat Kementerian Keuangan AS disebut akan berada di Doha untuk mengawasi penggunaan dana tersebut.

Menurut Bessent, sebagian sangat besar dana itu akan digunakan untuk membeli bahan pangan dan obat-obatan dari Amerika Serikat. Ia juga mengatakan Washington akan mengalirkan kembali dana tersebut ke produk-produk Amerika melalui pengawasan Kementerian Keuangan AS di Timur Tengah.

Kesepahaman terbaru Iran dan Amerika Serikat mencakup ketentuan mengenai pelonggaran sanksi serta pencairan aset Iran yang dibekukan. Kesepakatan yang dimediasi Pakistan itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *