
MENOPAUSE membawa perubahan besar pada tubuh perempuan, terutama karena penurunan drastis hormon estrogen. Kondisi ini sering kali memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penurunan kepadatan tulang (osteoporosis), peningkatan risiko penyakit jantung, hingga melambatnya sistem metabolisme. Namun, sebuah penelitian terbaru membawa kabar baik dengan mengungkapkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat menjadi solusi alami untuk menjaga kesehatan perempuan di fase pascamenopause.
Teh hijau telah lama dikenal kaya akan antioksidan, terutama senyawa epigallocatechin gallate (EGCG). Dalam studi terbaru ini, para peneliti fokus mengamati bagaimana senyawa aktif tersebut berinteraksi dengan tubuh perempuan yang telah melewati masa menopause. Hasilnya menunjukkan ekstrak teh hijau mampu memberikan perlindungan signifikan terhadap struktur tulang.
Penurunan estrogen biasanya membuat sel-sel penghancur tulang bekerja lebih aktif daripada sel pembentuk tulang. Senyawa polifenol dalam teh hijau terbukti mampu menekan aktivitas sel penghancur tersebut sekaligus merangsang pertumbuhan sel tulang yang baru. Bagi perempuan pascamenopause, hal ini sangat krusial untuk mengurangi risiko patah tulang dan pengeroposan sendi yang kerap terjadi seiring bertambahnya usia.
Selain menjaga kekuatan tulang, penelitian ini juga menyoroti manfaat teh hijau terhadap kesehatan kardiometabolik. Setelah menopause, perempuan cenderung lebih rentan mengalami kenaikan berat badan, penumpukan lemak perut, serta peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Konsumsi teh hijau secara teratur diketahui dapat membantu meningkatkan proses oksidasi lemak dan memperbaiki sensitivitas insulin. Efek ini membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik dan menjaga berat badan tetap stabil.
Kendati menawarkan banyak manfaat, para ahli dalam studi tersebut mengingatkan agar konsumsinya tetap dilakukan dalam batas wajar. Teh hijau tetap mengandung kafein yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan tidur atau kecemasan. Bagi wanita pascamenopause yang ingin mendapatkan manfaat optimal, mengonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau segar tanpa gula per hari dinilai sudah cukup aman dan efektif.
Melalui temuan ini, para peneliti berharap teh hijau dapat dijadikan sebagai salah satu bagian dari strategi gaya hidup sehat yang mudah dan murah bagi perempuan lanjut usia. Menjaga pola makan seimbang yang kaya antioksidan seperti teh hijau, dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang rutin, terbukti menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas hidup yang prima di masa tua. (Eating Well/Z-2)
