
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani bencana banjir air laut pasang (rob) yang telah bertahun-tahun merendam kawasan pesisir Kabupaten Pati. Sebagai langkah darurat, anggaran sebesar Rp400 juta disiapkan untuk memperbaiki infrastruktur pelindung pantai yang rusak parah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan peninjauan langsung ke Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Selasa (23/6). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra untuk melihat kerusakan tanggul sepanjang 450 meter yang menjadi pemicu utama masuknya air laut ke pemukiman dan lahan produktif warga.
”Dampak banjir rob ini luar biasa. Kami datang untuk melakukan pengecekan langsung. Setelah melalui rapat koordinasi, hari ini kita putuskan langkah konkret untuk menangani rob di Pati,” ujar Ahmad Luthfi di sela-sela peninjauan.
Perbaikan Tanggul Jadi Prioritas Utama
Fokus utama penanganan jangka pendek adalah perbaikan tanggul sepanjang 450 meter yang jebol. Kerusakan ini mengakibatkan air laut menerobos masuk dan merendam sedikitnya 10 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tayu dan Margorejo.
Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa dana Rp400 juta tersebut dialokasikan khusus untuk perbaikan tanggul darurat agar air laut tidak lagi masuk saat pasang tinggi. “Ini langkah paling utama. Untuk penanganan jangka panjang yang lebih komprehensif, akan kami bahas kembali dalam rapat lanjutan agar solusinya permanen,” tambahnya.
| Lokasi Terdampak | 10 Desa (Kecamatan Tayu & Margorejo) |
| Kerusakan Infrastruktur | Tanggul jebol sepanjang 450 meter |
| Kerugian Tambak | 400 Hektare (Estimasi kerugian ratusan miliar Rupiah) |
| Alokasi Dana Darurat | Mata Uang Rupiah 400 Juta |
Kerugian Sektor Perikanan Capai Ratusan Miliar
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam perbaikan tanggul selama ini. Bantuan dari Pemprov Jateng dinilai menjadi angin segar bagi ribuan keluarga yang terdampak.
Menurut Risma, dampak ekonomi dari bencana ini sangat masif. Selain merendam ribuan rumah, banjir rob juga menenggelamkan sekitar 400 hektare area pertambakan. Petani tambak harus menelan kerugian hingga ratusan miliar Rupiah akibat hilangnya komoditas ikan dan udang budidaya yang hanyut terbawa arus.
“Bantuan dari Pemprov Jateng ini menjadi jalan keluar sementara yang sangat kami butuhkan. Kami berharap perbaikan tanggul ini segera terealisasi agar aktivitas ekonomi warga, khususnya petani tambak, bisa kembali pulih,” pungkas Risma. (AS/I-1)
