
MENJELANG peringatan hari jadi Jakarta ke-499 dan persiapan menuju tonggak sejarah lima abad pada tahun 2027, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kota harus diukur dari pemenuhan kebutuhan dasar warga secara merata. Hal ini menjadi krusial agar Jakarta tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga layak huni sebagai kota global.
Fahira mengapresiasi kemajuan Jakarta dalam bidang transportasi, digitalisasi, dan ekonomi. Namun, ia menegaskan bahwa tantangan mendasar tetap harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Menuju usia lima abad, Jakarta tidak hanya dituntut menjadi kota yang maju dan kompetitif secara global, tetapi juga menjadi kota yang nyaman, sehat, inklusif, dan layak huni bagi seluruh warganya,” ujar Fahira Idris di Jakarta, Sabtu (20/6).
Fahira merinci lima kebutuhan dasar yang menjadi tantangan besar bagi masa depan Jakarta:
- Hunian Layak dan Terjangkau: Tingginya harga tanah menuntut percepatan pembangunan rumah susun, hunian berbasis transit (TOD), dan penataan kampung kota agar warga tetap bisa tinggal di dekat pusat aktivitas ekonomi.
- Akses Air Bersih Merata: Perluasan layanan PAM Jaya sangat mendesak untuk mengurangi ketergantungan pada air tanah yang memicu penurunan muka tanah.
- Sanitasi dan Pengelolaan Limbah Modern: Pembangunan sistem perpipaan air limbah terpusat dan IPAL harus diprioritaskan demi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan kota global.
- Ketahanan Banjir: Integrasi normalisasi, naturalisasi sungai, serta pembangunan waduk dan drainase modern harus adaptif terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem.
- Ruang Terbuka Hijau (RTH): Keberadaan taman, RPTRA, dan ruang publik ramah lansia serta anak adalah kebutuhan dasar untuk memperkuat interaksi sosial dan kesehatan warga.
Kota global terbaik dunia adalah kota yang berhasil memastikan kebutuhan dasar warganya terpenuhi secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia meyakini bahwa dengan fokus pada lima poin tersebut, Jakarta memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi kota yang adil dan manusiawi saat memasuki usia 500 tahun nanti. “Di situlah sesungguhnya ukuran keberhasilan pembangunan Jakarta ke depan,” pungkasnya. (I-1)
