
SETELAH absen selama 605 hari dari sorotan publik, aktris ikonik Tiongkok Dilraba Dilmurat resmi kembali ke atas karpet merah. Dilraba hadir dalam gelaran “2026 China Movie & TV Night” yang menjadi bagian dari Shanghai International Film Festival, Senin (15/6).
Penampilan ini menandai momen perdananya di hadapan publik setelah terakhir kali terlihat di perhelatan Tencent Video All Star Awards pada penghujung Desember 2023. Kehadiran sang aktris seketika memicu histeria publik, bahkan kabar mengenai kembalinya Dilraba ke karpet merah langsung melonjak drastis hingga mendekati angka 9 juta impresi.
Dilraba tampil memukau dalam balutan gaun duyung strapless haute couture berpayet warna rose pink koleksi Spring/Summer 2026 karya desainer Georges Hobeika yang dipenuhi detail manik-manik rajutan tangan dan sulaman kristal yang megah. Bagian ekor duyung yang berbahan kain tule tipis memberikan efek kilauan menyerupai gelombang air.
Penampilan mewah ini disempurnakan dengan set kalung dan anting mutiara kelas tinggi lansiran Mikimoto yang bernuansa hangat. Penampilannya dipadukan dengan sepatu hak tinggi bersol merah ikonik dari Christian Louboutin yang mempertegas proporsi tubuhnya.
Pemilihan warna busana ini ternyata menyimpan pesan simbolis karena warna rose pink tersebut merepresentasikan proyek drama terbaru yang tengah ia bintangi, Sword Rose (Li Jian Mei Gui). Dalam serial tersebut, ia memerankan karakter Deng Yan, seorang polisi perempuan tangguh di lini depan pemberantasan sindikat perdagangan manusia.
Penampilannya malam itu sukses menuai decak kagum dari warganet luas, “Orang lain berjalan di karpet merah seperti sedang terburu-buru menghadiri daftar hadir, sementara dia berjalan di karpet merah seperti kembali untuk berpatroli, karena tempat ini pada dasarnya adalah wilayah yang dia menangkan saat itu,” ungkap seorang warganet.
Alasan di Balik Masa Vakum
Masa absen yang cukup panjang ini rupanya menandakan sebuah transisi penting dalam perjalanan karier Dilraba. Momentum kembalinya sang aktris bertepatan dengan berakhirnya kontrak manajemen selama 13 tahun dengan Jaywalk Studio secara resmi.
Urusan profesional Dilraba kini sepenuhnya dialihkan di bawah naungan Shanghai Jingyan Movie & TV Culture Studio, sebuah perusahaan independen yang telah ia rintis sendiri sejak tahun 2017. Oleh karena itu, kehadirannya malam itu di Shanghai sekaligus menjadi panggung pembuktian perdana bagi Dilraba sebagai talenta independen yang berdiri di atas kakinya sendiri.
Di sisi lain, kesuksesan besar drama Sword Rose menjadi alasan utama di balik keputusan Dilraba untuk membatasi kemunculannya di ruang publik selama hampir dua tahun terakhir. Drama tersebut sukses memecahkan rekor genre drama detektif di platform Tencent Video dengan puncak rating menembus angka 3,34%.
Demi totalitas peran, Dilraba bahkan rela memotong rambut panjang yang telah dipertahankannya selama 10 tahun. Ia juga dilaporkan bersikeras melakukan seluruh adegan aksi intens tanpa bantuan pemeran pengganti, yang sempat menyebabkannya mengalami cedera meniskus pada lutut. (Sina/Z-2)
