
NADA-nada pujian gerejawi belum menggema, tetapi perubahan suasana sudah lebih dulu terasa di Manokwari. Botol-botol minuman beralkohol mulai menghilang dari etalase penjualan serta tempat hiburan malam dibatasi.
Manokwari memilih menekan tombol “jeda” bagi peredaran minuman keras menjelang ribuan tamu gerejawi datang membawa lagu pujian. Warga diajak menjaga ketertiban menjelang ribuan peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV yang akan datang ke Tanah Papua.
Langkah tegas ini diambil untuk menyambut ribuan tamu dari seluruh penjuru Indonesia yang akan menghadiri Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang dijadwalkan berlangsung pada 18-28 Juni 2026. Kebijakan ini bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif selama acara berlangsung.
Instruksi Bupati: Larangan 19 Hari
Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, menyatakan bahwa kebijakan penghentian penjualan miras ini telah diatur secara resmi melalui Instruksi Bupati Manokwari Nomor 691 Tahun 2026. Larangan ini berlaku selama 19 hari, terhitung mulai 14 Juni hingga 2 Juli 2026.
“Mohon pengertian distributor, outlet, dan semua masyarakat Manokwari. Ingat bahwa Manokwari adalah tuan rumah Pesparawi Nasional XIV,” ujar Mugiyono pada Selasa (16/6/2026).
Pemkab Manokwari juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara maupun pelaku usaha yang kedapatan melanggar instruksi tersebut. Koordinasi dengan aparat keamanan telah diperketat untuk memastikan kepatuhan di lapangan.
Pembatasan Operasional Hiburan Malam
Selain pelarangan total penjualan miras, pemerintah daerah juga memberlakukan pembatasan jam operasional untuk sejumlah tempat hiburan dan fasilitas publik lainnya:
- Tempat Hiburan Malam (THM), Karaoke, dan Pijat: Dibatasi hanya boleh beroperasi pukul 17.00 WIT hingga 22.00 WIT.
- Tempat Biliar: Diizinkan buka mulai pukul 10.00 WIT hingga 22.00 WIT.
Berdasarkan data dari Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, tercatat sebanyak 5.853 peserta dari 37 provinsi telah terdaftar. Jumlah ini belum termasuk tamu undangan dan ofisial kontingen yang mulai memadati Manokwari.
Kesiapan Infrastruktur di Borarsi
Sebagai pusat kegiatan, Pemkab Manokwari telah merampungkan penyiapan sarana dan prasarana di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi. Lokasi ini akan menjadi saksi bisu kemegahan acara pembukaan dan penutupan Pesparawi Nasional XIV.
Yan Ayomi mengingatkan bahwa kesuksesan acara ini merupakan tanggung jawab bersama. “Kontingen sudah mulai berdatangan. Masing-masing masyarakat bertanggung jawab menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal demi kenyamanan tamu-tamu kita,” pungkasnya. (Ant/I-1)
