Jalan tak Bisa Dilalui Kendaraan, Warga Cipatat Tandu Pasien Menuju Ambulans
Seorang pasien, warga Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, harus ditandu saat dibawa ke rumah sakit.(MI/DEPI GUNAWAN)

KETERBATASAN infrastruktur masih menjadi persoalan yang dihadapi warga di sejumlah wilayah terpencil di Kabupaten Bandung Barat.

Kondisi tersebut terjadi di Kampung Cipicung, RT 01 RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat. Warga di sana terpaksa menandu seorang pasien menuju ambulans karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Peristiwa itu sempat viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan warga bergotong royong membawa pasien menggunakan tandu menuju lokasi ambulans yang menunggu di jalan desa.

Pasien diketahui bernama Rina Fitri Yulianti, 39, warga Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung. Saat membutuhkan penanganan medis darurat, dia harus ditandu warga menuju ambulans yang terparkir di dekat Stasiun Sasaksaat.

Ketua RW setempat, Setiawan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi ketika Rina harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kejadiannya hari Minggu. Ada warga yang membutuhkan pertolongan ke rumah sakit. Karena ambulans tidak bisa masuk ke permukiman, warga terpaksa menandu pasien sampai ke ambulans,” katanya, Selasa (16/6).


Jalan setapak


Ia menjelaskan, akses menuju permukiman warga hanya berupa jalan setapak sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, termasuk ambulans.

Akibatnya, warga harus membawa pasien menggunakan tandu yang diikat dengan bambu dan tali tambang, melewati jalan setapak di samping rel kereta api.

“Jarak yang ditempuh sekitar 500 meter lebih menuju ambulans yang menunggu di dekat Stasiun Sasaksaat,” ujarnya.

Setiawan menambahkan, kejadian serupa bukan pertama kali terjadi. Keterbatasan akses jalan membuat warga kerap menghadapi kesulitan saat harus membawa pasien dalam kondisi darurat.

“Ini bukan kejadian pertama, sudah beberapa kali terjadi. Bahkan warga yang hendak melahirkan pun sering kali harus digotong karena ambulans tidak bisa masuk ke kampung,” ungkapnya.

Menurut Setiawan, warga telah berulang kali mengusulkan pembangunan akses jalan yang memungkinkan kendaraan masuk hingga mendekati permukiman. Namun hingga saat ini usulan tersebut belum terealisasi.

“Sudah beberapa kali diajukan agar mobil bisa masuk ke wilayah kami, tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Mudah-mudahan ke depan ada solusi sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan seperti ini,” tuturnya.

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *