
KEPANIKAN luar biasa melanda warga Kota Palu sesaat setelah gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, Selasa (16/6).
Ketakutan akan trauma masa lalu membuat ribuan warga langsung mengambil langkah penyelamatan dini. Salah satu pemandangan paling mencolok pascagempa adalah terjadinya antrean mengular di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota provinsi tersebut.
Hanya dalam hitungan jam setelah guncangan yang terjadi pukul 11.27 WITA, antrean kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk logistik tampak memadati jalan-jalan di sekitar SPBU.
Ratusan warga rela berdiri berjam-jam di bawah terik matahari demi memastikan tangki kendaraan mereka terisi penuh.
Ketakutan warga sangat beralasan. Mereka khawatir jika gempa susulan yang lebih besar terjadi, pasokan listrik akan padam dan distribusi BBM ke Kota Palu akan terputus total.
Di SPBU Jalan Pue Bongo, Palu Barat, antrean kendaraan bahkan meluap hingga ke badan jalan raya, memicu kemacetan arus lalu lintas.
Hamka Rauf, 42, seorang warga yang ikut mengantre menggunakan sepeda motornya, mengaku tidak mau berspekulasi dengan situasi darurat ini.
“Beli memang BBM, jangan sampai nanti ada gempa susulan lagi yang lebih besar. Lebih baik antisipasi memang toh. Kalau kendaraan full bensin, kita merasa lebih aman dan tenang kalau sewaktu-waktu harus dipakai mengungsi bersama keluarga,” ungkapnya.
Kondisi serupa terlihat di SPBU Jalan Imam Bonjol. Di tengah riuh klakson kendaraan, Siti Rahma, 35, seorang ibu rumah tangga asal Palu Bara, tampak sabar mengantre sambil membawa dua jeriken kecil. Bagi Siti, gempa siang itu membangkitkan memori kelam masa lalu yang membuatnya trauma.
“Waktu gempa besar tahun 2018 dulu, kami kesusahan setengah mati cari bensin untuk evakuasi karena SPBU tutup semua. Makanya ini masih ada kesempatan, isi BBM memang,” imbuhnya.
Hingga sore hari, antrean kendaraan di berbagai sudut Kota Palu dilaporkan masih mengular panjang. Berdasarkan informasi dari BMKG, puluhan gempa susulan memang masih terus terjadi, yang semakin memicu psikologi massa untuk terus berjaga-jaga.
Meski kepanikan warga tak terbendung, pihak berwenang dan kepolisian setempat mulai turun ke beberapa titik SPBU untuk mengatur lalu lintas dan menertibkan antrean agar tidak terjadi gesekan antar-pengendara.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak melakukan panic buying yang berlebihan, dan tidak mudah termakan isu-isu hoaks terkait kelangkaan BBM, karena pihak Pertamina memastikan bahwa pasokan dan stok bahan bakar untuk wilayah Palu dan sekitarnya saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi. (TB/E-4)
