Makna Bulan Muharam: Asal-Usul, Peristiwa Bersejarah, dan Keutamaannya
Gebyar Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H dan peresmian pembangunan Rumah Tahfizh Al-Qur’an (LBBQ Darul Adzkar) yang digelar DKM Jami’ Al-Ikhlas bekerja sama dengan Yayasan Sinergi Bina Masyarakat Mandiri (Yasbim), Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Se(Dokumentasi pribadi)

MUHARAM bukan sekadar bulan pembuka dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, Muharam adalah salah satu dari empat al-asyhur al-hurum atau bulan-bulan yang disucikan.

Kehadirannya membawa pesan refleksi, perjuangan, dan kemenangan iman atas kezaliman. Memahami Muharam berarti menyelami kembali akar sejarah Islam dan mukjizat yang menyertainya.

Makna Filosofis Muharam

Secara etimologi, kata Muharam berasal dari akar kata Arab Harrama yang berarti dilarang atau disucikan. Dinamakan Muharam karena pada bulan ini, masyarakat Arab jahiliyah dilarang keras untuk melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Tradisi ini kemudian dikukuhkan dalam ajaran Islam sebagai bulan yang penuh kehormatan.

Dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT menegaskan ada dua belas bulan dalam setahun dan empat di antaranya tergolong bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharam, dan Rajab). Di bulan-bulan ini, umat Islam dilarang menzalimi diri sendiri dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh karena pahalanya yang dilipatgandakan.

Asal-usul Penetapan Kalender Hijriah

Meskipun Muharam merupakan bulan pertama, penetapan tahun Hijriah tidak terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW, melainkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Berikut kronologi singkatnya:

  • Kebutuhan Administrasi: Pada tahun ke-17 setelah Hijrah, muncul kebutuhan untuk menertibkan administrasi surat-menyurat negara yang saat itu tidak memiliki angka tahun.
  • Musyawarah Sahabat: Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat senior. Muncul berbagai usulan mengenai titik awal penanggalan, mulai dari tahun kelahiran Nabi hingga tahun wafatnya beliau.
  • Usulan Ali bin Abi Thalib: Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar momentum Hijrah Nabi dari Mekah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal (Tahun 1 Hijriah). Usul ini diterima karena Hijrah dianggap sebagai pemisah antara yang hak dan yang batil.
  • Muharam sebagai Awal Bulan: Meskipun Hijrah terjadi pada Rabiul Awal, Muharam dipilih sebagai bulan pertama karena tekad untuk berhijrah sudah bulat sejak Muharam, tepat setelah selesainya musim haji di bulan Zulhijjah.

Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharam

Muharam, khususnya pada hari ke-10 yang dikenal sebagai Hari Asyura merupakan saksi bisu berbagai peristiwa besar yang dialami oleh para nabi terdahulu. Berdasarkan berbagai riwayat, berikut beberapa di antaranya:









Tokoh Nabi Peristiwa Bersejarah
Nabi Adam AS Taubat Nabi Adam diterima oleh Allah SWT setelah diturunkan ke bumi.
Nabi Nuh AS Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di Bukit Judi setelah banjir besar yang melanda kaumnya.
Nabi Ibrahim AS Selamat dari kobaran api Raja Namrud yang mencoba membakarnya hidup-hidup.
Nabi Musa AS Tenggelamnya Firaun di Laut Merah dan selamatnya Bani Israil dari pengejaran.
Nabi Yunus AS Keluarnya Nabi Yunus dari perut ikan paus setelah 40 hari berada di dalamnya.

Selain peristiwa para nabi, sejarah Islam juga mencatat tragedi memilukan di Karbala pada 10 Muharam 61 H, yaitu syahidnya cucu Rasulullah SAW, Sayyidina Husain bin Ali. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pengorbanan besar dalam menjaga prinsip kebenaran.

Amalan Utama di Bulan Muharam

Sebagai bulan yang mulia, umat Islam dianjurkan untuk mengisi Muharam dengan berbagai ibadah, di antaranya:

  1. Puasa Asyura (10 Muharam): Puasa ini memiliki keutamaan dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
  2. Puasa Tasu’a (9 Muharam): Dianjurkan untuk membedakan diri dengan tradisi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharam.
  3. Memperbanyak Sedekah: Memberikan santunan kepada anak yatim dan keluarga di hari Asyura sangat dianjurkan.
  4. Bertaubat: Mengingat Muharam adalah awal tahun, ini merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki diri (muhasabah).

Catatan Redaksi: Muharam adalah waktu untuk menyusun resolusi spiritual. Jadikan semangat Hijrah sebagai landasan untuk berpindah dari keburukan menuju kebaikan, serta dari kemalasan menuju produktivitas yang bermanfaat bagi sesama.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Muharam

1. Mengapa Muharam disebut bulan Allah (Syahrullah)?

Penyandaran kata Allah pada bulan Muharam menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan tersebut dibandingkan bulan-bulan lain, kecuali bulan Ramadan.

2. Apakah boleh menikah di bulan Muharam?

Dalam ajaran Islam, tidak ada larangan untuk menikah di bulan Muharam. Anggapan bahwa Muharam adalah bulan sial merupakan mitos yang tidak memiliki dasar dalam syariat.

3. Apa keutamaan puasa 10 Muharam?

Berdasarkan hadis riwayat Muslim, puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang telah lalu.

4. Kapan waktu terbaik memulai puasa Muharam?

Waktu terbaik adalah pada tanggal 9 (Tasu’a), 10 (Asyura), dan 11 Muharam. Namun, berpuasa di hari apa saja selama bulan Muharam tetap bernilai pahala besar.

5. Apa makna Hijrah di masa modern?

Hijrah saat ini dimaknai sebagai transformasi diri secara mental dan spiritual, yakni meninggalkan segala larangan Allah menuju ketaatan yang lebih baik.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *