Haruskah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Jawaban Ahli dan Fakta Ilmiahnya
Ilustrasi(Pinterest)

MENCUCI beras sebelum dimasak sudah menjadi ritual turun-temurun di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Alasan utamanya sering kali adalah untuk membersihkan kotoran serta mengurangi kelekatan agar nasi menjadi pulen dan terpisah-pisah (pera). Namun, dari sudut pandang sains, apakah langkah ini benar-benar wajib dilakukan?

Para ahli kuliner sepakat mencuci beras dapat menghilangkan lapisan pati (amilosa) yang menempel di permukaan butiran akibat proses penggilingan. Ketika beras dicuci, air yang keruh menunjukkan hilangnya pati bebas tersebut. Jika tidak dicuci, pati ini akan membuat nasi menjadi lengket dan menggumpal saat matang. Meski begitu, sebuah studi kuliner menunjukkan mencuci beras sebenarnya tidak memengaruhi kelembutan atau tekstur bagian dalam nasi, karena karakteristik utama nasi tetap ditentukan oleh varietas beras itu sendiri.

Selain urusan tekstur dan estetika hidangan, mencuci beras belakangan ini sering dikaitkan dengan faktor kesehatan, mulai dari membersihkan debu, menghilangkan mikroplastik, hingga mengurangi zat beracun seperti arsenik.

Proses pencucian terbukti efektif membilas sisa debu, sekam, atau serangga kecil yang mungkin tertinggal selama proses pengemasan dan distribusi. Di era modern, penelitian juga menunjukkan mencuci beras dengan air mengalir dapat membilas hingga seperempat bagian dari mikroplastik yang menempel pada beras akibat penggunaan kemasan plastik.

Manfaat kesehatan yang paling signifikan dari mencuci beras adalah kemampuannya untuk mengurangi kadar arsenik. Tanaman padi dikenal sangat mudah menyerap arsenik dari tanah dan air dibandingkan tanaman pangan lainnya. Paparan arsenik jangka panjang tentu berbahaya bagi tubuh. Berdasarkan penelitian, mencuci beras dengan air bersih secara berulang dapat menghilangkan sekitar 90% arsenik yang mudah larut.

Namun, mencuci beras juga memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Proses pembilasan yang terlalu sering atau merendam beras terlalu lama dapat melarutkan nutrisi penting yang larut dalam air, seperti vitamin B (termasuk tiamin, niasin, dan folat), serta zat besi.

Kesimpulannya, mencuci beras sangat direkomendasikan demi kebersihan, estetika tekstur nasi, dan pengurangan zat kimia berbahaya seperti arsenik serta mikroplastik. Namun, agar nutrisinya tidak habis terbuang, Anda cukup mencucinya sebanyak dua hingga tiga kali saja dengan air bersih mengalir tanpa perlu merendamnya terlalu lama. (Live Science/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *