
SEDIKITNYA enam warga Palestina, termasuk seorang anak berusia 13 tahun, tewas dalam serangkaian serangan yang dilakukan militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Minggu (14/6) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang menurut otoritas Gaza masih kerap diwarnai pelanggaran.
Sumber medis dan saksi mata yang dikutip Anadolu melaporkan empat warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam kawasan pertokoan di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara.
Sejak Minggu pagi, militer Israel juga dilaporkan melancarkan serangan udara dan melepaskan tembakan ke sejumlah lokasi di Jalur Gaza yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
Di Khan Younis, Gaza selatan, seorang pria bernama Zaki Mohammed al-Qarra, 30, tewas setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah warga di wilayah timur kota tersebut. Dalam insiden terpisah, seorang anak berusia 13 tahun, Amir al-Bashiti, juga tewas akibat tembakan tentara Israel di kawasan Batn al-Sameen.
Selain itu, seorang warga Palestina mengalami luka serius setelah sebuah drone Israel menyerang tenda pengungsian di pusat Kota Khan Younis.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Sementara itu, pasukan Israel juga dilaporkan melakukan penghancuran bangunan sipil di wilayah timur Kota Gaza dan Jabalia yang masih berada dalam area penempatan militernya. Warga setempat mengaku mendengar ledakan besar akibat operasi penghancuran tersebut.
Di perairan Gaza, kapal perang Israel melepaskan tembakan senapan mesin dan peluru artileri ke arah pesisir Kota Gaza. Hingga kini belum ada laporan korban akibat serangan dari laut tersebut.
Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 telah menyebabkan 986 warga Palestina tewas dan 3.138 lainnya terluka.
Otoritas kesehatan Gaza menyebut ribuan keluarga masih hidup di tenda dan tempat penampungan sementara setelah rumah mereka hancur selama perang.
Sejak perang pecah pada Oktober 2023, mayoritas dari 73.000 warga Palestina yang terbunuh oleh serangan Israel adalah kaum perempuan dan anak, dan lebih dari 173.000 lainnya terluka. Selain itu, sekitar 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza disebut mengalami kerusakan atau kehancuran akibat konflik berkepanjangan tersebut. (Middle East Monitor/B-3)
