
POLITIKUS Partai Gerindra, Andre Rosiade, memberikan klarifikasi terkait dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax merupakan langkah penyesuaian yang hanya menyasar kategori BBM nonsubsidi, sementara harga BBM subsidi yang menjadi tumpuan masyarakat luas tetap dipertahankan.
Menurut Andre, publik perlu memahami perbedaan mendasar antara kedua kategori tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ia menilai pemerintah memiliki komitmen kuat untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus bergejolak.
Komitmen Melindungi Rakyat Kecil
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan pertimbangan matang. Pemerintah tetap memberikan perlindungan bagi pengguna BBM subsidi, seperti Pertalite, yang secara statistik memang mendominasi konsumsi nasional.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah proporsi konsumsi bensin kendaraan di Indonesia saat ini:
| Kategori BBM | Jenis Produk (Contoh) | Estimasi Pangsa Konsumsi |
|---|---|---|
| BBM Subsidi | Pertalite, Solar Subsidi | 77% – 80% |
| BBM Nonsubsidi | Pertamax, Pertamax Turbo, Dex | 20% – 23% |
“Pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Yang mengalami penyesuaian adalah BBM nonsubsidi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap bersama rakyat dan menjaga kebutuhan masyarakat luas,” ujar Andre dalam sebuah diskusi publik baru-baru ini.
Pengaruh Geopolitik dan Harga Minyak Dunia
Lebih lanjut, Andre memaparkan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat bergantung pada mekanisme pasar, terutama pergerakan harga minyak mentah dunia dan situasi geopolitik internasional.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin terus-menerus menahan harga BBM nonsubsidi karena hal tersebut berisiko membebani keuangan negara secara berlebihan.
Meski demikian, ia menjamin bahwa penyesuaian harga Pertamax dilakukan secara terukur. Pemerintah berupaya mencari titik keseimbangan antara keberlanjutan fiskal (kesehatan anggaran negara) dan kemampuan ekonomi konsumen pengguna BBM nonsubsidi.
Penyesuaian harga hanya berlaku pada jenis BBM nonsubsidi yang mengikuti tren pasar global, sementara BBM subsidi tetap dipatok pada harga yang sama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Andre mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara utuh. Ia menekankan bahwa langkah pemerintah saat ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat yang paling membutuhkan perlindungan ekonomi.
“Yang terpenting adalah pemerintah tetap menjaga BBM subsidi agar tidak naik dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan. Kenaikan pada BBM nonsubsidi dilakukan secara terukur dan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional,” pungkasnya. (Z-1)
