Strategi Kelola Dana Pendidikan agar Keuangan tidak Tertekan di Tahun Ajaran Baru
Ilustrasi–Sejumlah siswa mengikuti senam anak Indonesia hebat ada hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 1 Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (12/1/2026).(ANTARA/Adeng Bustomi)

MEMASUKI tahun ajaran baru pada Juni dan Juli sering kali menjadi momen yang menegangkan bagi stabilitas finansial keluarga. Perencana keuangan sekaligus pendiri platform edukasi DNA Finance Indonesia, Aliyah Natasya, mengungkapkan bahwa banyak orangtua terjebak dalam kesulitan keuangan karena pola pengelolaan dana yang kurang tepat.

Menurut Aliyah, kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mencoba menutupi biaya pendidikan tahunan yang besar hanya dengan mengandalkan gaji di bulan berjalan.

“Hasilnya, bulan Juni dan Juli selalu terasa keuangan hancur,” ujar lulusan MSc bidang Economic Competitiveness and International Business dari University of Birmingham tersebut.

Pemisahan Horizon Waktu Pengeluaran

Aliyah menekankan pentingnya membedakan pengelolaan keuangan berdasarkan horizon waktu pengeluaran. Ia menyarankan agar orangtua memisahkan antara kebutuhan rutin bulanan dengan biaya pendidikan yang bersifat periodik atau tahunan.






Kategori Anggaran Jenis Pengeluaran Sumber Dana
Anggaran Bulanan SPP sekolah, transportasi, uang les, belanja dapur, listrik. Pendapatan bulanan berjalan.
Anggaran Tahunan Uang pangkal, seragam baru, buku pelajaran, kegiatan sekolah. Sinking fund (tabungan bertahap).

Solusi Strategis: Metode Sinking Fund

Untuk menghindari tekanan finansial, Aliyah menyarankan penerapan metode sinking fund. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan dana secara bertahap setiap bulan untuk membiayai pengeluaran yang sudah diprediksi jadwalnya.

Langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua meliputi:

  • Daftar Kebutuhan: Mencatat seluruh kebutuhan pendidikan tahunan secara mendetail.
  • Penghitungan Total: Menjumlahkan seluruh estimasi biaya yang dibutuhkan.
  • Alokasi Bulanan: Membagi total biaya tersebut dengan 12 bulan untuk mendapatkan angka yang harus disisihkan setiap bulan.
  • Otomatisasi: Membuka rekening khusus pendidikan yang terpisah dari rekening operasional dan menggunakan fitur autodebit setiap tanggal gajian.

Aliyah menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam mengelola biaya pendidikan bukan hanya terletak pada besarnya penghasilan, melainkan pada konsistensi dalam membangun sistem pengelolaan keuangan keluarga yang disiplin. Dengan memisahkan rekening dan mengotomatiskan tabungan, risiko dana pendidikan terpakai untuk kebutuhan konsumtif harian dapat diminimalisasi. (Ant/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *