
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara terkait isu yang menyebut dirinya berpeluang mengisi jabatan Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Budi secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menilai isu yang beredar hanyalah spekulasi semata.
“Itu kan kata situ,” ujar Budi singkat kepada wartawan di Istana Kepresidenan.
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai kesiapannya jika benar-benar ditunjuk oleh Presiden untuk berpindah posisi, Budi menekankan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan tanggung jawab di kementerian yang ia pimpin sekarang. “Sekarang masih jadi Menkes,” tegasnya.
Kehadiran Budi di Istana cukup membuat heboh karena ia tiba tidak lama setelah Chatib Basri. Chatib Basri dan Budi Gunadi Sadikin adalah dua nama yang santer diberitakan menggantikan posisi Purbaya.
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran
Isu mengenai pergeseran posisi Budi Gunadi Sadikin ini muncul di tengah santernya kabar rencana perombakan atau reshuffle kabinet, khususnya di sektor perekonomian dan keuangan. Namun, pihak Istana Kepresidenan telah memberikan klarifikasi resmi untuk meredam spekulasi tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto belum memiliki rencana untuk melakukan perombakan jajaran menteri di Kabinet Merah Putih.
“Sekali lagi dalam beberapa kesempatan sudah kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana, kalau tadi disebutkan perombakan apalagi besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih, belum ada,” ujar Prasetyo saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026).
Fokus Kabinet: Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan seluruh anggota kabinet saat ini masih berfokus menjalankan tugas dan program kerja masing-masing sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Isu reshuffle kabinet yang beredar di media sosial maupun grup pesan singkat dinilai tidak memiliki dasar yang kuat.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi mengenai susunan kabinet yang tidak berasal dari saluran resmi negara. Saat ini, stabilitas kinerja kementerian menjadi prioritas utama dalam mendukung visi dan misi pemerintahan Presiden Prabowo. (E-3)
