
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah akhirnya merespons gelombang kritik dan aksi unjuk rasa warga terkait jalan rusak. Melalui skema Peraturan Kepala Daerah (Perkada), Pemprov Jateng resmi menggeser anggaran APBD 2026 sebesar Rp200 miliar untuk percepatan perbaikan jalan provinsi.
Langkah ini diambil setelah munculnya berbagai aksi protes di sejumlah daerah, di mana warga menanam pohon pisang hingga menguruk lubang jalan secara swadaya. Berdasarkan pantauan Media Indoneisa, Selasa (9/6), sisa-sisa aksi tersebut masih terlihat di beberapa ruas jalan yang berlubang dan berdebu.
- Total Anggaran: Rp200 Miliar (Naik drastis dari pagu awal Rp5,276 miliar).
- Dasar Hukum: Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk percepatan tanpa menunggu APBD Perubahan September.
- Target: Mengembalikan tingkat kemantapan jalan ke angka 94,4 persen.
Daftar Ruas Jalan yang Menjadi Prioritas
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa realokasi anggaran untuk menggenjot kembali kualitas jalan provinsi yang menurun akibat cuaca ekstrem pada awal 2026. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, berikut adalah sejumlah ruas jalan strategis yang akan segera mendapatkan penanganan:
| Kategori Proyek | Ruas Jalan (Contoh) |
|---|---|
| Peningkatan Kualitas | Wiradesa–Kajen, Jepara–Keling, Demak–Godong, Wanayasa–Kalibening, Sirampog–Bumiayu. |
| Rehabilitasi & Pemeliharaan | Pati–Tayu, Jepara–Kudus, Karanganyar–Tawangmangu, Ngadirojo–Biting, Sapuran–Kepil. |
“Kami membuat Perkada untuk menggeser beberapa anggaran digunakan untuk pemeliharaan jalan. Harapannya, pengerjaan proyek tidak perlu menunggu anggaran perubahan pada September mendatang,” ujar Ahmad Luthfi dalam Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 di Semarang, Senin (8/6).
Pemeliharaan Rutin Ribuan Kilometer
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan bahwa selain proyek peningkatan jalan, pihaknya juga telah menyiapkan skema pemeliharaan rutin. “Kami menyiapkan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan, serta pemeliharaan jembatan provinsi sepanjang 26.445,77 meter,” jelasnya.
Meski anggaran sudah tersedia, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan. Terdapat prosedur administrasi yang harus dipatuhi agar tidak terjadi pelanggaran hukum di kemudian hari. Namun, dengan adanya dana Rp200 miliar ini, pengerjaan fisik di lapangan dipastikan akan dimulai jauh lebih awal dari jadwal semula. (H-4)
