
KEMAMPUAN burung untuk terbang jarak jauh bukanlah hal yang baru dalam dunia satwa. Namun, burung cikalang atau frigatebird memiliki kemampuan yang jauh lebih mengagumkan.
Burung laut ini diketahui mampu terbang selama berhari-hari tanpa mendarat, bahkan dapat tetap berada di udara hingga lebih dari satu minggu. Yang lebih menarik, burung ini ternyata tetap dapat tidur meskipun sedang terbang di angkasa.
Temuan tersebut diungkap melalui penelitian yang dilakukan para ilmuwan terhadap burung cikalang besar (Great Frigatebird). Dengan memasang alat pemantau aktivitas otak dan pergerakan tubuh pada beberapa individu, para peneliti menemukan bahwa burung ini mampu tidur saat terbang melintasi lautan dalam perjalanan mencari makan.
Penelitian menunjukkan bahwa burung cikalang dapat melakukan tidur gelombang lambat atau slow-wave sleep dengan hanya menggunakan satu belahan otak dalam satu waktu.
Fenomena yang dikenal sebagai unihemispheric sleep ini memungkinkan satu sisi otak beristirahat sementara sisi lainnya tetap aktif untuk mengendalikan arah terbang dan menjaga kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Selain tidur dengan satu belahan otak, burung cikalang juga sesekali memasuki fase tidur yang lebih dalam atau rapid eye movement (REM). Meski demikian, durasi tidur selama terbang tergolong sangat singkat.
Rata-rata burung cikalang hanya tidur sekitar 42 menit per hari ketika berada di udara, jauh lebih sedikit dibandingkan saat berada di daratan atau sarang.
Para ilmuwan menduga kemampuan tersebut merupakan bentuk adaptasi yang memungkinkan burung cikalang tetap bertahan selama perjalanan panjang di atas lautan.
Burung ini memanfaatkan arus udara hangat yang naik ke atmosfer untuk melayang dengan energi minimal, sehingga dapat menghemat tenaga sambil tetap mencari makan dan beristirahat.
Cikalang dikenal sebagai salah satu burung laut dengan rentang terbang yang luas. Sayapnya yang panjang dan ringan memungkinkan burung ini melayang selama berjam-jam tanpa banyak mengepakkan sayap.
Dalam kondisi tertentu, burung cikalang dapat menghabiskan waktu hingga sekitar 10 hari atau lebih di udara sebelum kembali ke daratan.
Penemuan mengenai pola tidur burung cikalang tidak hanya memberikan wawasan baru tentang perilaku satwa liar, tetapi juga membantu para ilmuwan memahami bagaimana otak mampu berfungsi dalam kondisi istirahat yang sangat terbatas.
Kemampuan luar biasa ini menjadikan burung cikalang sebagai salah satu spesies dengan adaptasi terbang paling unik yang pernah ditemukan di dunia.
Sumber: Nature Communications, Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), Max Planck Institute for Ornithology, UCLA
