
SEBUAH studi terbaru mengungkap bahwa kebiasaan duduk terlalu lama selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan bagi ibu maupun janin. Temuan ini menjadi pengingat penting bahwa aktivitas fisik tetap diperlukan selama kehamilan untuk menjaga kondisi tubuh dan mendukung perkembangan janin secara optimal.
Para peneliti menemukan bahwa perilaku sedentari atau kurang bergerak dalam waktu lama berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolisme dan kesehatan selama kehamilan.
Duduk terlalu lama dapat mengurangi sirkulasi darah, memperlambat metabolisme tubuh, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi proses kehamilan.
Salah satu risiko yang menjadi perhatian adalah meningkatnya kemungkinan terjadinya diabetes gestasional. Kondisi ini ditandai dengan tingginya kadar gula darah selama kehamilan dan dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun bayi.
Diabetes gestasional diketahui dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, berat badan bayi berlebih saat lahir, hingga komplikasi persalinan.
Selain itu, terlalu lama duduk juga dapat meningkatkan risiko gangguan sirkulasi darah, termasuk pembentukan gumpalan darah pada pembuluh vena.
Selama kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk peningkatan volume darah. Apabila ibu hamil jarang bergerak, aliran darah dapat menjadi kurang lancar sehingga risiko terjadinya gangguan pembuluh darah ikut meningkat.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik selama kehamilan dapat berdampak pada kesehatan mental ibu. Ibu hamil yang lebih aktif cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih baik dibandingkan mereka yang menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk atau berbaring. Aktivitas fisik ringan diketahui dapat membantu menjaga suasana hati serta mengurangi risiko stres selama masa kehamilan.
Para ahli kesehatan merekomendasikan agar ibu hamil tidak duduk dalam posisi yang sama terlalu lama. Berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap 30 hingga 60 menit dapat membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar.
Selain itu, olahraga ringan yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tubuh.
Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai dampak gaya hidup kurang aktif selama kehamilan, para tenaga kesehatan mengimbau ibu hamil untuk tetap bergerak secara teratur.
Kebiasaan sederhana seperti berjalan santai atau melakukan aktivitas fisik ringan dinilai dapat membantu menurunkan risiko komplikasi dan mendukung kehamilan yang lebih sehat.
Sumber: Futurity, Columbia University Irving Medical Center, Mayo Clinic, Warwick Medical School, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
